Showing posts with label Brokoli. Show all posts
Showing posts with label Brokoli. Show all posts

Wednesday, June 12, 2013

9 Manfaat Brokoli Untuk Kesehatan Tubuh

Kehebatan brokoli sebagai salah satu sayuran yang paling bermanfaat bagi kesehatan sudah banyak diketahui, kandungan gizinya yang lengkap membuat sayuran yang satu ini menawarkan berbagai manfaat bagi kesehatan, seperti meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan penyakit.

Gizi yang terkandung dalam brokoli antara lain seperti serat, antioksidan, vitamin A, B, C, K, dan mineral zat besi mineral, yang semuanya diperlukan untuk tubuh yang sehat. Berikut adalah 10 manfaat sehat mengonsumsi brokoli, seperti dilansir everyday health, Rabu (16/1/2013) antara lain:

1. Meningkatkan daya tahan tubuh.
Brokoli mengandung kadar vitamin C tinggi yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan infeksi.hal itu di ungkapkan oleh penulis buku “Eat Your Way to Happiness’ Elizabeth Somer.

Selain itu, brokoli terdiri dari fitonutrien dan fitokimia, termasuk sulforaphane, yang membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan memperkuat ketahanan fisik terhadap flu.

2. Membantu mencegah kanker.
Salah satu manfaat terbesar yang ditawarkan brokoli adalah kemampuannya memerangi penyakit. Para ilmuwan menyatakan bahwa brokoli mampu mendetoksifikasi tubuh dan dikenal memiliki sifat pencegahan terhadap kanker payudara, kandung kemih, usus besar, dan kanker ovarium karena kandungan indole dan isothiocyanate, fitokimia dalam brokoli.

Indole-3-carbinol yang terdapat brokoli diyakini oleh para peneliti dapat membantu mengontrol hormon yang berhubungan dengan kanker, seperti payudara dan kanker prostat. Sebuah studi terbaru yang dilakukan di University of Illinois menemukan bahwa sifat anti kanker brokoli dapat meningkat jika dipasangkan dengan makanan pedas yang mengandung enzim myrosinase, seperti lobak, mustard, dan wasabi.

Bahkan penelitian lain yang dilakukan di Johns Hopkins University School of Medicine di Baltimore, menemukan bahwa isothiocyanate dalam brokoli dapat meningkatkan aktivitas enzim pada sekelompok hewan yang efektif mencegah berkembangnya tumor kanker.

3. Meningkatkan kesehatan tulang.
Brokoli mengandung kalsium dan vitamin K, yang keduanya sangat penting bagi kesehatan tulang dan untuk mencegah osteoporosis.

4. Mengontrol tekanan darah.
Brokoli dapat membantu menjaga sistem saraf yang sehat dan menyeimbangkan efek natrium pada tekanan darah. Selain itu, kandungan potasiumnya mampu membantu menstabilkan tekanan darah dan menjaga sistem saraf dan fungsi otak yang sehat.

5. Mencegah penyakit kardiovaskular.
Beberapa studi telah menunjukkan bahwa vitamin B6 dan folat yang terkandung dalam brokoli menawarkan beberapa perlindungan terhadap penyakit jantung dan stroke.

6. Meningkatkan kesehatan pencernaan.
Kadar serat yang tinggi dalam brokoli dapat mencegah sembelit dengan melancarkan saluran pencernaan.

7. Bagus menjaga kesehatan mata dan memperbaiki kerusakan kulit.
Brokoli mengandung lutein dan vitamin A yang penting untuk kesehatan mata. Penelitian telah menunjukkan bahwa kadar tinggi lutein dapat mencegah degenerasi mata terkait usia seperti makula dan katarak. Brokoli juga mengandung glucoraphanin, yang dapat membantu memperbaiki kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari atau proses penuaan.

8. Mencegah penyakit jantung.
Para peneliti di Institute for Food Research di Norwich, Inggris, menyilangkan dua jenis brokoli yang berbeda untuk mengembangkan brokoli super yang mengandung glucoraphanin hingga 2 sampai 3 kali jumlah normal. Nutrisi tersebut diyakini dapat membantu mencegah penyakit jantung.

9. Tepat untuk diet dan penurunan berat badan.
Sayuran non karbohidrat seperti brokoli dapat menjadi pilihan makanan sehat yang dapat mendukung diet Anda. Kandungan seratnya yang tinggi, membuat sistem pencernaan membutuhkan waktu yang lama untuk mencernanya sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama.

Sumber :
http://www.alfalfa.co.id/9-manfaat-brokoli-untuk-kesehatan-tubuh/#.UbfHe9jzadE


baca selanjutnya...

Monday, August 27, 2012

Brokoli Perlambat Perkembangan Tumor Payudara

Selain kaya akan kalsium, brokoli ternyata sangat baik untuk memperlambat perkembangan sel tumor. Para peneliti memanfaatkan senyawa sulforaphane dalam brokoli. Sebelumnya sayuran berwarna hijau tua ini diketahui memang meningkatkan enzim pelindung pada jaringan payudara, yang bisa menurunkan risiko penyakit artritis sampai kanker.

Mekanisme perlindungan brokoli tersebut baru berhasil diungkap oleh peneliti dari Institute of Food Research.
Sulforaphane didapatkan oleh tubuh saat kita mengkonsumsi sayuran silangan, seperti Brokoli. Sulforaphane memasuki aliran darah yang diedarkan meluas akan memicu sistem kekebalan tubuh terhadap karsinogen.

Dr. Maria Traka dari IFR Norwegia mengatakan sulforaphane dapat membantu keseimbangan antioksidan di dalam tubuh yang menangkal efek akibat pengaruh diet, lingkungan, dan karsinogen. Selain itu, senyawa ini mampu menghentikan perkembangan batang sel kanker yang tak mati terhadap kemoterapi dan radiasi.

Selain IFR, para peneliti dari John Hopkins University dan Sidney Kimmel Comprehensive cancer Center juga meneliti Sulforaphane bagi penderita kanker payudara. Untuk memperlambat pertumbuhan sel tumor dan meningkatkan enzim pelindung pada jaringan payudara, pasien wanita diberi Sulforaphane setiap hari selama dua minggu. Di Knight Center Institute Oregon, peneliti tengah meneliti apakah ekstrak Brokoli yang diminum tiga kali sehari selama dua bulan memperlambat pertumbuhan sel tumor.

Sumber : http://health.kompas.com/


baca selanjutnya...

Monday, November 22, 2010

Maksimalkan Kekuatan Anti Kanker Brokoli

Cara pemasakan brokoli yang salah bisa menyebabkan kandungan pelawan kanker yang terdapat dalam sayuran berwarna hijau ini hilang. Namun, kini ada cara yang pasti untuk memaksimalkan anti kanker dari brokoli.

Ilmuwan dari Universitas of Illinois, Amerika Serikat, berhasil menemukan cara untuk memaksimalkan kekuatan anti kanker dalam brokoli. Caranya adalah dengan memanaskan brokoli dalam batas suhu tertentu sehingga zat pelawan kanker yang disebut sulforaphane tidak hilang.

Penemuan yang dilakukan Elizabet Jeffery itu membuat kandungan sulforaphane dalam brokoli meningkat. Sulforaphane merupakan salah satu kandungan anti kanker paling kuat yang terdapat dalam tanaman. "Kandungan ini bekerja dengan meningkatkan enzim dalam liver untuk menghancurkan zat kanker yang masuk ke tubuh lewat makanan atau lingkungan," katanya.

Ia menjelaskan, untuk memicu pengeluaran sulforaphane ini agak sulit. Pasalnya sulforphane ini berkaitan dengan molekul gula lewat ikatan sulfur. Ketika enzim brokoli memacahkan gula untuk mengeluarkan sulforphane, sulfur pengikat protein bisa menghabuskan sulforphane ini dan membuatnya tidak aktif.

"Meski bakteri dalam usus kita mungkin bisa mengeluarkan sulforphane, namun kita tidak punya enzim untuk mengeluarkannya dari jaringan tubuh. Karena itu yang terbaik adalah mendapatkan enzim itu dari brokoli," kata profesor dari departemen ilmu pangan dan nutrisi ini.

Itu sebabnya ia dan timnya melakukan beberapa eksperimen pemanasan untuk mencari tahu pada titik apa enzim brokoli yang mengeluarkan sulforphane ini dihancurkan.

"Waktu pemanasan 10 menit dalam suhu 60 derajat celcius adalah yang paling tepat untuk mendapatkan kandungan anti kanker dari brokoli. Untuk konsumen di rumah, sebaiknya kukus brokoli selama 3-4 menit sampai terasa sedikit lunak," katanya.

Sumber : KOMPAS


baca selanjutnya...

Friday, July 30, 2010

Brokoli Cegah Kerusakan Paru-paru

JULUKAN brokoli sebagai makanan multi manfaat sepertinya tidak terbantahkan lagi. Sebuah hasil riset terbaru mengungkapkan sayuran brassica ini mengandung nutrien yang berkhasiat bagi kesehatan pernafasan.

Para ahli dari Johns Hopkins School of Medicine, Amerika Serikat, melalui risetnya menyatakan sejenis zat dalam brokoli mampu menekan kerusakan sel-sel yang memicu terjadinya penyakit paru-paru serius. Zat bernama sulforapane ini terbukti mampu meningkatkan konsentrasi protein NRF2 dalam sel paru-paru sekaligus memberikan proteksi bagi sel dari ancaman kerusakan yang disebabkan toksin atau racun

Dalam riset yang dimuat jurnal American Journal of Respiratory and Critical CareMedicine ini, peneliti menemukan bahwa konsentrasi NRF2 secara signifikan lebih rendah di kalangan para perokok pengidap penyakit paru-paru obstruktif kronis (COPD). Gen NRF2 ini berperan penting dalam mengembalikan dan mengaktifkan sejumlah mekanisme penting seperti menghilangkan racun dan polutan yang dapat merusak sel.

Pada uji coba di laboratorium, tim peneliti yang dipimpin Dr Shyam Biswal berhasil membuktikan bahwa sulforapane mengembalikan dan meningkatkan kadar NRF2 yang sempat menurun dalam sel yang terpapar asap rokok. Peningkatan kadar NRF2 melalui pemberian sulforapane, diyakini akan membawa pada terciptanya suatu terapi pengobatan serta pencegahan COPD.

COPD adalah gangguan alat pernafasan kronis yang gejalanya termasuk sesak nafas, batuk, bengek, dan mengandung banyak dahak. Hal ini mengganggu fungsi paru-paru dan membatasi saluran pernafasan dan dapat mengakibatkan komplikasi pernafasan dan jantung.

Jika didiamkan tanpa periksa, penyakit ini akn lebih buruk dengan bertambahnya usia. Penderita COPD biasanya kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan biasanya meninggal dalam usia muda.

Sumber : KOMPAS


baca selanjutnya...

Friday, July 23, 2010

Brokoli Bisa Cegah Maag

Beragam penelitian tentang brokoli mengungkapkan bahwa kandungan antioksidan dalam brokoli sangat besar sehingga mampu menekan risiko kanker. Namun, penelitian terbaru dan lebih spesifik mampu memberikan gambaran kemampuan brokoli dalam menekan risiko beragam gangguan pencernaan seperti maag, infeksi lambung, dan kemungkinan kanker perut.

Dalam sebuah studi di Jepang, para ahli mendapati fakta bahwa mengonsumsi 70 gram brokoli segar setiap hari selama dua bulan dapat melindungi tubuh manusia dari bakteri perut yang terkait penyakit maag, infeksi lambung, bahkan kanker perut.

Kandungan sulforaphane yang ada dalam brokoli dapat memicu enzim dalam perut sehingga memberikan perlindungan terhadap senyawa radikal yang dapat merusak DNA dan menyebabkan peradangan.

Sulforaphane dalam brokoli juga diketahui mampu meningkatkan produksi enzim fase II di hati. Enzim ini berperan menggandeng bahan-bahan karsinogen yang dihasilkan dari senyawa prokarsinogen dan mengeluarkannya dari sel. Perlu diketahui, kandungan sulforaphane dalam kecambah brokoli segar lebih tinggi daripada brokoli yang sudah direbus terlalu matang.

Tip: Pilihlah brokoli yang berwarna hijau gelap. Selain dimakan langsung sebagai lalapan, brokoli juga bisa dicampur sayuran dan buah lain untuk salad. Atau pilihan lainnya, Anda bisa mengonsumsi brokoli dalam bentuk jus.

Sumber : KOMPAS


baca selanjutnya...

Brokoli Cegah Kanker Prostat

Brokoli, yang sering dipakai untuk tumis menumis merupakan keluarga kol yang berhubungan erat dengan kembang kol. Ternyata penelitian dari jurnal kanker Oncology, menyatakan bahwa brokoli mengandung fitonutrien yaitu sulforaphane dan indoles yang mempunyai efek antikanker.

Penelitian terhadap indole-3-carbinol membuktikan, komponen ini membantu mengurangi keaktifan metabolit estrogen yang poten dalam meningkatkan risiko pertumbuhan tumor. Terutama pada sel kanker yang sensitif terhadap estrogen dan secara bersamaan menaikkan kadar 2-hidroksiestrone, sebuah bentuk dari estrogen yang bersifat protektif terhadap adanya kanker.

Menurut riset, Indole-3-carbinol bukan hanya menekan pertumbuhan sel kanker payudara, tetapi juga menekan penyebaran sel kanker ke organ lainnya.

Para ahli juga menemukan, sulforaphane meningkatkan enzim yang mendetoksifikasi tubuh dengan membersihkan substansi yang bersifat karsinogenik lebih cepat dari tubuh. Para peneliti di John Hopkins meneliti efek sulforaphane pada beberapa macam tumor. Mereka mampu membuktikan bahwa berat tumor semakin berkurang dan makin lambat berkembang, bahkan mengecil.

Tak hanya itu, sulforaphane juga mempunyai kemampuan mengurangi pertumbuhan sel dan kematian sel pada leukemia dan sel melanoma. Bahkan studi penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Carcinogenesis dari Rutgers University menyatakan bahwa sulforaphane memberikan perlindungan khusus pada individu yang memiliki gen rentan terhadap kanker kolon.

Studi lain yang dipublikasikan di Cancer, sebuah jurnal dari American Cancer Society menyatakan bahwa indole-3-carbinol (I3C), yang merupakan komponen dari Brassica seperti brokoli dan kol telah dikenali sebagai komponen agen anti kanker yang melawan sel tumor reproduksi tertentu.

Sebuah studi yang menyelidiki efek I3C pada proses siklus sel dan proliferasi pada sel kanker prostat manusia menunjukkan bahwa pertumbuhan sel kanker prostat terhambat. Para peneliti menyatakan bahwa hal ini bisa dicatat sebagai hasil penelitian yang menunjukkan bahwa "I3C mempunyai potensi sebagai efek antiproliferatif" pada sel kanker prostat, yang memenuhi syarat sebagai "agen kemoterapi potensial" terhadap kanker prostate. Jadi? Masih ragu untuk memakan brokoli?

Sumber : KOMPAS


baca selanjutnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat Gema Herbal Medika

Site Meter

Pengunjung

free counters

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP