Showing posts with label Temu giring. Show all posts
Showing posts with label Temu giring. Show all posts

Saturday, June 22, 2013

Temu Giring Serta Manfaatnya

Temu giring (Curcuma heyneana) adalah sejenis tumbuhan yang digunakan sebagai bahan obat-obatan tradisional (jamu). Temu giring yang kadang-kadang dianggap sepele ini, sesungguhnya menyimpan banyak kegunaan dan khasiat. Sangat ideal jika temu giring dijadikan pelengkap dalam taman apotek hidup kita.

Berikut manfaat dan khasiat yang bisa dipetik :
1. Cacingan pada Anak

Sediakan 20 gram rimpang temu giring untuk usia 3-8 th atau 40 gram untuk usia 9-12 th. Rebus rimpang tersebut dalam segelas air, tambah dengan sedikit garam. Setelah air mendidih dan tersisa setengahnya, angkat, saring, lalu minumkan pada anak 2 jam sebelum sarapan pagi. Lakukan hal ini selama 5-7 hari.

2. Disentri
Ambil satu jari rimpang temu giring, tambahkan 5 gram daun (muda) delima putih, 3 biji adas manis, 1 jari pulosari, dan 1 siung bawang merah. Tumbuk semua bahan hingga halus, tambahkan secangkir air panas, peras, dan saring. Minum air perasannya, dan lanjutkan dengan berkumur air teh hangat.

3. Luka
Jika kulit anda terkelupas dan luka, secepatnya ambil 1 jari rimpang temu giring lalu parut. Campur parutan rimpang tersebut dengan sedikit santan dan tawas. Selanjutnya, bentuklah menjadi seperti tapal, lalu lekatkan pada kulit yang luka.

4. Bau Badan
Ambil ½ jari rimpang temu giring, cuci bersih, kemudian seduh dengan 100 ml air panas. Diamkan 5 menit, lalu saring. Minum airnya sehari sekali dan lakukan secara rutin selama seminggu.

5. Campak
Sediakan 2 gram temu giring, 3 gram herba benalu kelor, 4 gram daun cangkring, dan air secukupnya. Cuci semua bahan tersebut, lalu masukan ke dalam 110 ml air. Didihkan selama 15 menit, lalu saring dan peras sampai mendapat 100 ml. minum 2 kali sehari, pagi dan sore, masing-masing 100ml

Sumber :
http://kamijarawulung.blogspot.com/2013/01/temu-giring-serta-manfaatnya.html


baca selanjutnya...

Friday, June 7, 2013

Khasiat Temu Giring

Temu giring (Curcuma heyneana) adalah tumbuhan tahunan dengan ketinggian bisa mencapai 2 meter. Temu giring bisa kita jumpai di kebun, hutan dan di semak-semak lainnya. Temugiring memiliki umbi yang tumbuhnya menyebar ke kiri dan kanan dengan batang yang memanjang.

Temugiring dalam dunia pengobatan tradisional merupakan salah satu tanaman yang bernilai. Umbi bagian tepi umumnya memiliki rasa yang lebih pahit, sedang isi dalamnya yang berwarna kuning menyerupai kunyit dengan aroma yang khas. Temugiring merupakan obat untuk berbagai penyakit.

Temugiring termasuk jenis tanaman rempah-rempah dari famili Zingiberaceae. Sebagai tanaman obat, temugiring banyak ditanam melalui umbinya di pekarangan atau pun di kebun. Tanaman ini berbatang semu dengan tinggi tanaman hingga 2m. Daunnya berwarna hijau, berbentuk rebung dengan permukaan daun halus.

Umbi dari temugiring mengandung amilum, lemak, tanin, zat pahit serta minyak atsiri dengan kadar 0,8-3%. Masyarakat jawa khususnya Jawa tengah dan Jawa timur telah lama memanfaatkan tumbuhan ini sebagai obat kecantikan baik untuk luar maupun dalam yang dikenali sebagai lulur yang bermanfaat untuk menghaluskan kulit.

Temugiring bisa dijadikan bedak
Cara pembuatan

Temugiring mentah dicuci sampai bersih, kemudian diiris tipis-tipis dengan ketebalan kira-kira 0,3 cm. Kemudian temugiring yang sudah diiris ditata sejajar di atas loyang kue kering dan selanjutnya di keringkan memakai oven atau alat pemanggang sampai benar-benar kering.
Pengeringan 1 kg temu giring yang masih mentah dan basah dapat menghasilkan kira-kira 1/4 kg temugiring kering. Untuk pembuatan bedak, temu giring kering digiling sampai halus bisa dicampur dengan ekstrak bunga untuk mendapatkan aroma yang harum atau menurut selera, kemudian ditambahkan tepung kanji sebagai bahan tambahan.
Bahan tersebut kemudian di saring hingga menghasilkan bedak yang benar-benar halus. Untuk mendapatkan bedak halus dengan berat 100 gram diperlukan temu giring kering 125 gram dan tepung kanji 40 gram.

Untuk Pembuatan lulur dari temugiring
Untuk membuat lulur, temugiring kering digiling sampai halus bersamaan dengan ekstrak bunga untuk menambah aroma wewangian tanpa ada penambahan tepung kanji sebagai bahan tambahan. Bahan tersebut kemudian di saring/diayak hingga menghasilkan butiran-butiran halus namun tidak perlu sampai sehalus seperti pada bedak.Untuk mendapatkan lulur halus dengan berat 100 gram diperlukan temu giring kering 125 gram.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Sumber :
http://obatherbaltips.wordpress.com/2012/05/03/khasiat-temugiring/


baca selanjutnya...

Wednesday, June 13, 2012

Sehat dengan Temu Giring

Temu giring merupakan suatu tumbuhan tahunan. Tumbuhan temu giring memiliki ketinggian mencapai 2 meter. Temu giring tumbuh liar di hutan-hutan, terutama pada hutan jati. Herba temu giring memiliki rimpang yang tumbuh menyebar ke kiri dan kanan batang secara memanjang sehingga terlihat kurus dan bengkok ke bawah. Rimpang bagian samping umumnya memiliki rasa yang lebih pahit, dan bila dibelah akan terlihat dagingnya yang berwarna kuning dan berbau aromatis khas temu giring.

Temu giring oleh masyarakat Jawa Timur maupun Jawa Tengah telah sejak lama dimanfaatkan sebagai obat untuk kecantikan yang dikenal sebagai lulur yang bermanfaat untuk menghaluskan kulit, dan banyak manfaat lainnya bagi masyarakat yang peduli terhadap kesehatan.

Kandungan kimia temu giring adalah minyak atsiri, amilun, damar, lemak, tannin dan lainnya.

Sedangkan manfaat temu giring adalah untuk mengatasi perasaan tidak tenang atau cemas, jantung berdebar-debar, cacingan entah karena cacing kremi atau cacing gelang, sembelit, disentri, haid tidak teratur, rematik, menambah nafsu makan, meningkatkan stamina, berat badan anak-anak menurun, menghaluskan kulit, jerawat, luka, koreng, cacar air, batuk, dan lainnya.

Dosis pemakaian: untuk pemakaian luar dapat menggunakan temu giring secukupnya, dihaluskan lalu dibalurkan pada bagian yang sakit. Sedangkan untuk pemakaian dalam, gunakan 5-20 gram temu giring direbus dengan air secukupnya lalu disaring dan airnya diminum selagi hangat.

Untuk pemakaian luar:

Luka pada kulit atau koreng. Gunakan temu giring yang telah diparut, tambahkan santan kelapa secukupnya, bubuk tawas secukupnya lalu diaduk rata dan ditempelkan pada bagian yang luka.

Menghaluskan kulit. Gunakan 50 gram temu giring, 30 gram daun kemuning, 25 gram kulit jeruk mandarin kering, 150 gram beras yang telah direndam hingga empuk, semua bahan ditumbuk halus. Ambil 1-2 sendok makan bubuk tersebut, tambahkan air secukupnya lalu balurkan pada kulit tubuh sambil digosok-gosok hingga kotoran keluar. Lakukan sebelum mandi.

Bisa juga menggunakan 10 gram temu giring yang dihaluskan, tambahkan air mawar secukupnya. Ketan hitam yang telah direndam dihaluskan, kemudian dibalurkan pada bagian kulit tubuh dengan menggosok-gosokan pada kulit hingga keluar kotoran dari kulit. Lakukan secara teratur 2-3 kali seminggu.

Untuk pemakaian dalam: Perasaan tidak tenang atau cemas. Gunakan 15 gram temu giring diiris tipis, 30 gram daun kemuning, 30 gram pacar air direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya selagi hangat. Lakukan pada pagi hari.

Jantung berdebar-debar. Gunakan 5 gram temu giring dipotong-potong, 3 siung bawang merah, 5 gram pulasari, 1 sendok teh adas, 5 butir angco yang telah dibuang bijinya. Semua bahan tersebut direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu diminum dua kali sehari masing-masing 150 cc.

Menghaluskan kulit. Gunakan 10 gram temu giring diparut, tambahkan 50 cc air masak lalu diperas. Kemudian air perasan tersebut ditambahkan madu secukupnya, lalu aduk rata dan diminum. Lakukan secara teratur 2kali sehari.

Disentri. Gunakan 10 gram temu giring dipotong-potong, 5 gram daun delima putih muda, 5 gram adas, 1 jari pulasari ditumbuk hingga halus. Kemudian diseduh dengan 200 cc air mendidih lalu disaring dan airnya diminum selagi hangat.

Berat badan pada anak menurun. Gunakan 5 gram temu giring, 20 gram daun kemuning, 20 gram daun pacar kuku direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 450 cc. Kemudian disaring dan airnya diminum 3 kali sehari masing-masing 150 cc.

Cacingan. Gunakan 5 gram temu giring diparut, tambahkan 100 cc air panas dan diamkan selama kurang lebih 2 jam, kemudian disaring dan airnya diminum pagi hari sebelum makan. Atau gunakan 10 gram temu giring, 10 gram temu hitam, 10 gram lempuyang wangi, 7 gram adas direbus dengan air secukupnya hingga mendidih, disaring. Lalu airnya diminum pagi hari sebelum sarapan.

Sembelit. Gunakan 10 gram temu giring, 1 jari pulasari, 5 gram adas, gula merah secukupnya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc lalu disaring dan airnya diminum. Lakukan 2 kali sehari masing-masing 150 cc.

Catatan: Untuk penyakit yang serius dianjurkan tetap konsultasi ke dokter. Untuk penggunaan resep tanaman obat dilakukan sesuai anjuran 1-2 kali sehari.

[Prof HM Hembing Wijayakusuma, ahli pengobatan trasidional dan akupunktur, Ketua Umum Perhimpunan Pengobatan Tradisional & Akupunktur se-Indonesia (Hiptri)]

Sumber : http://www.suarakarya-online.com/


baca selanjutnya...

Tuesday, June 5, 2012

Khasiat Temu Giring

Temu giring yang kadang-kadang dianggap sepele ini, sesungguhnya menyimpan banyak kegunaan dan khasiat. Sangat ideal jika temu giring dijadikan pelengkap dalam taman apotek hidup kita.

Berikut manfaat dan khasiat yang bisa dipetik dari temu giring.

1. Cacingan pada Anak
Sediakan 20 gram rimpang temu giring untuk usia 3-8 th atau 40 gram untuk usia 9-12 th. Rebus rimpang tersebut dalam segelas air, tambah dengan sedikit garam. Setelah air mendidih dan tersisa setengahnya, angkat, saring, lalu minumkan pada anak 2 jam sebelum sarapan pagi. Lakukan hal ini selama 5-7 hari.

2. Disentri
Ambil satu jari rimpang temu giring, tambahkan 5 gram daun (muda) delima putih, 3 biji adas manis, 1 jari pulosari, dan 1 siung bawang merah. Tumbuk semua bahan hingga halus, tambahkan secangkir air panas, peras, dan saring. Minum air perasannya, dan lanjutkan dengan berkumur air teh hangat.

3. Luka
Jika kulit anda terkelupas dan luka, secepatnya ambil 1 jari rimpang temu giring lalu parut. Campur parutan rimpang tersebut dengan sedikit santan dan tawas. Selanjutnya, bentuklah menjadi seperti tapal, lalu lekatkan pada kulit yang luka.

4. Bau Badan
Ambil ½ jari rimpang temu giring, cuci bersih, kemudian seduh dengan 100 ml air panas. Diamkan 5 menit, lalu saring. Minum airnya sehari sekali dan lakukan secara rutin selama seminggu.

5. Campak
Sediakan 2 gram temu giring, 3 gram herba benalu kelor, 4 gram daun cangkring, dan air secukupnya. Cuci semua bahan tersebut, lalu masukan ke dalam 110 ml air. Didihkan selama 15 menit, lalu saring dan peras sampai mendapat 100 ml. minum 2 kali sehari, pagi dan sore, masing-masing 100ml.

Sumber : http://www.tokomarwa.blogspot.com/


baca selanjutnya...

Thursday, May 31, 2012

Obat Cacing Tradisional dari Temu Giring

Walaupun terlihat remeh namun cacingan juga sangat berbahaya. Karena nutrisi dalam tubuh diserap oleh cacing maka daya tahan tubuh kita akan menurun dan akhirnya kita mudah sekali terserang penyakit. Anak-anak kita rentan terhadap cacingan. Sebelum memberi obat cacing yang ada di apotek akan lebih baik untuk mencoba resep tradisional yang lebih mudah dan relatif aman karena terbuat dari bahan yang alami. Salah satu tanaman yang dipercaya dapat menyembuhkan cacingan adalah temugiring atau biasa dikenal dengan nama temu ireng (hitam). Bagian yang sering digunakan untuk obat adalah bagian rimpang. Tumbuhan ini sendiri tumbuh dengan liar didaerah ladang atau pekarangan yang lembab dan sedikit cahaya. Nah, cara meracik temugiring untuk mengobati cacingan juga sangat mudah.

Kita hanya perlu menyiapkan rimpang temugiring yang sudah dicuci bersih. Parut rimpang tersebut kemudian seduh dengan air mendidih hingga ¼ cangkir. Minum air temugiring 1 kali sehari secara teratur untuk mengatasi cacingan. Hal ini disebabkan oleh kadungan minyak atsiri yang ada dalam temugiring. Minum air tersebut sebelum makan pagi.

Tentunya, cara tradisional ini lebih murah dan mudah untuk dilakukan apalagi jika kita sudah memiliki tanaman temugiring ini di pekarangan. Jika kita belum mempunyai tanaman ini, kita hanya perlu mengembangbiakkan saja seperti biasa karena temugiring tidak membutuhkan perawatan khusus. Kita bisa menamamnya di kebun atau pekarangan rumah sehingga bisa langsung mengambil jika membutuhkannya. Walaupun rasanya agak pahit namun khasiatnya tidak diragukan lagi. Untuk mengurangi rasa pahit kita bisa mencampurnya dengan gula jawa atau madu yang juga berkhasiat. Dengan begitu anak kita bisa mengkonsumsi temugiring karena kadar kepahitannya berkurang. Selain untuk mengatasi cacingan, kita juga bisa mengkonsumi air rebusan temugiring untuk mengatasi bau badan dan kegemukan. Selamat mencoba dan semoga dalam waktu singkat gejala cacingan seperti diare dan mulas-mulas akan berkurang dan akhirnya sembuh total. Sembari meminum air temugiring kita juga perlu menjaga kebersihan seperti cuci tangan sebelum makan dan selesai buang air agar terhindar dari cacing yang bisa masuk dalam tubuh.

Sumber : http://www.sehate.com/


baca selanjutnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat Gema Herbal Medika

Site Meter

Pengunjung

free counters

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP