Showing posts with label Buah buni. Show all posts
Showing posts with label Buah buni. Show all posts

Wednesday, September 2, 2015

11 Manfaat Buah Buni Bagi Kesehatan

BISA jadi Anda mengenal buah Buni hanya sebagai buah campuran rujak uleg. Rasanya yang manis, asam segar, dan cenderung sepat, membuat buah berwarna merah-ungu ini cocok sebagai pelengkap bagi rujak. Buah Buni adalah buah bacca, atau berry, dengan nama latin Antidema thwaitesianum. Sekilas buah ini mirip buah anggur, bentuk bulat, kecil dan bergerombol. Buah Buni matang bisa langsung dimakan atau dibuat selai. Bagi Anda yang suka lalapan, daun dari buah Buni muda akan membuat lalapan terasa nikmat.

Kandungan Buah Buni

Kandungan buah Buni, memiliki gizi dan fitonutrien–nya yang tinggi. Buah Buni mengandung banyak nutrisi seperti Vitamin C, Provitamin A (karotenoid), Vitamin B1, Vitmain B2, Vitamin E, Mineral besi, dan Fosfor, Kalium dan serat-serat, Alkaloida dan Friendelin.

Warna ungu kehitaman pada buah buni matang menunjukkan kadar antosianin yang tinggi dalam buah ini. Keberadaan senyawa aktif antosianin bernilai penting untuk kesehatan pembuluh darah. Antosianin bekerja dengan cara mengoksidasi kadar LDL (lemak jahat) dalam tubuh. Para herbalis menyebut Buni sebagai obat penyakit-penyakit seperti kurang darah, darah kotor, hipertensi, jantung, batuk, gangguan pencernaan, dan lainnya.

Meski saat ini hanya ditemukan di gerobag tukang rujak, namun buah ini memiliki banyak kemanfaatan. Buah Buni mulai langka, namun manfaat buah buni sudah dikenal lama.

Berikut beberapa di antaranya.

1. Daya Tahan Tubuh. Vitamin C dosis tinggi pada buah Buni dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Buah ini juga kaya serat yang dapat menjaga kesehatan saluran pencernaan serta menjegah terjadinya kanker usus (colon). Buah bisa dimakan langsung atau dimasukkan dalam olahan makanan.

2. Menjaga Kekebalan Tubuh. Buah Buni baik untuk menjaga kekebalan tubuh dan dapat sebagai antioksidan tubuh. Konsumsi buah Buni setelah kerja keras akan mampu menyegarkan tubuh.

3. Kesehatan Mata. Kandungan provitamin A dalam buah buni sangat baik untuk menjaga kesehatan mata dan mampu mencegah terjadinya mata rabun dini. Buah dimakan langsung atau menjadi makanan olahan.

4. Mengobati Penyakit Sipilis. Meski belum diketahui pasti riset-riset tentang buah Buni, namun fungsi buah ini sudah dikenal sejak lama untuk mengobati penyakit Sipilis.

5. Memperlancar Saluran Pencernaan. Buah Buni kaya akan serat. Konsumsi buah Buni secara teratur akan mengisi kekurangan serat di dalam tubuh. Sangat cocok dikonsumsi bagi Anda yang mengalami masalah pencernaan. Buah Buni mampu untuk melancarkan saluran pencernaan dan mencegah konstipasi.

6. Cegah Kanker. Buah Buni bisa juga berfungsi sebagai buah yang memiliki fungsi antioksidan untuk pencegah kanker serta mencegah penuaan dini. Adanya zat antioksidan mempunyai kemampuan menangkal efek radikal bebas, mencegah dan mengurangi pertumbuhan sel-sel kanker.

7. Peremajaan Kulit. Kandungan Vitamin C dan Vitamin E akan bermanfaat menjaga kesehatan kulit karena akan meningkatkan proses degenerasi, menutrisi kulit, meremajakan kulit, serta dapat menghilangkan sel-sel kulit mati. Kulit akan tampak lebih halus, putih, kencang, dan bersinar.

8. Cegah Hipertensi. Buah Buni bisa bermanfaat untuk Antihipertensi dan kesehatan jantung. Pemakaian secara rutin akan menghindari risiko darah tinggi, kerja jantung yang abnormal, serta aterosklerosis. Buah Buni juga bisa dimanfaatkan untuk penderita kurang darah (anemia).

9. Cegah Kholesterol. Buah buni bisa bermanfaat untuk mencegah kholestrol tinggi. Pemakaian secara rutin akan menurunkan risiko kholesterol tinggi, dan menurunkan lemak.

10. Mengobati Bisul & Gatal Gatal. Sifat anti-inflamasi dan diuretik alami pada buah Buni dapat mengatasi berbagai penyakit kulit. Seperti misalnya gatal karena alergi, gatal karena gigitan nyamuk, bisul, jerawat, dan lain sebagainya. Buah Buni bisa sebagai obat luar untuk luka dan gatal-gatal. Oleskan daun/buah yang sudah dihaluskan/ditumbuk ke luka.

11. Bahan Olahan. Buah Buni banyak dipakai sebagai bahan olahan yang dibuat seperti selai, sirup, manisan, campuran rujak, salad, lalapan, atau jamu

Bagaimanakah cara Anda menyiapkan Buah Buni?

1. Dimakan langsung.
Buah Buni matang sekitar 30 – 40 buah bisa untuk buah camilan. Buah Buni dicuci bersih dan kemudian dibuang bijinya. Daging buah nya bisa langsung dimakan. Buah bisa juga dimanfaatkan sebagai bahan rujak uleg, bisa juga diawetkan sebagai manisan, atau dibuat sirup yang bisa disimpan dalam botol. Atau bisa juga dibuat dalam bentuk pasta untuk bahan selai buah Buni. Bila akan digunakan untuk pengobatan, bisa langsung dimakan 3 x 2 – 3 butir dalam sehari. Minumlah air hangat atau air putih untuk menetralisir rasa sepat yang muncul dalam mulut.

2. Ditumbuk Seperti Jamu.
Buah atau daun tanaman Buni bisa ditumbuk untuk dibuat ekstrak jamu/herbal.

3. Diseduh.
Buah diambil dagingnya, kemudian ditumbuk dalam alu–lumpang hingga lembut. Tambah dengan air hangat-hangat kuku. Minum 2-3 kali sehari, diulang bilamana perlu. Ampas sisa seduhan bisa dipakai untuk obat luka, dengan menempelkannya ke daerah luka.

4. Paduan (Mix).
Buah Buni bisa dicampur dengan bahan lain untuk obat penyakit-penyakit tertentu. Ramuan herbal dipakai untuk,
Kesehatan tubuh. Campurkan buah Buni, daun kaca piring, daun sembung, kayu manis, dan rimpang jahe.
Penyakit kurang darah. Campurkan buah Buni, dicampur asam candis, dan rimpang kunyit.
Penyakit Sifilis. Campurkan buah Buni dengan daun sambiloto, daun ngokilo, daun pegagan. Masing-masing diminum dengan dibumbui madu sebagai pemanis atau gula aren. Tumbuk sampai halus, kemudian disaring, diperas dan diminum dengan air hangat. Lakukan 3 x se hari selama 10 – 12 hari berturut-turut.

Selamat memanfaatkan kekayaan herbal Tanah Air.

Sumber :
http://manfaat.co.id/manfaat-buah-buni


baca selanjutnya...

Wednesday, July 1, 2015

Buah Buni, Si Kecil Berkhasiat Antihipertensi

Barangkali, hanya sedikit saja orang yang mengetahui buah yang satu ini. Seperti herbal lainnya, buah Buni juga memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan. Tinggi pohon tanaman ini bisa mencapai sekitar 15-30 m. Pohon Buni tumbuh dan banyak tersebar di kawasan Asia Tenggara, Australia, dan Indonesia tentunya. Di dataran Jawa, tanaman ini bisa ditemukan di hutan-hutan dengan ketinggian maksimal 1.400 meter di atas permukaan air laut (dpl).

Daun tanaman ini berbentuk tunggal, memiliki tangkai yang pendek, dan berbentuk seperti telur yang lonjong. Panjang daunnya antara 9-25 cm, bagian tepiannya agak bergelombang, dan ujungnya meruncing.

Daun mudanya berwarna hijau muda dan ketika sudah tua berubah menjadi hijau tua. Tanaman ini berbunga dalam tandan, keluarnya dari ketiak atau pada bagian ujung percabangannya.

Buahnya berbentuk kecil, elips, dan berwarna hijau. Ketika sudah masak, warna buah akan berubah menjadi ungu kehitaman dengan rasa yang manis dan sedikit asam.

Anda yang suka lalapan juga dapat mengonsumsi daunnya yang masih muda. Selain itu, daun tanaman Buni juga bisa digunakan untuk campuran jamu.

Sedangkan, buahnya yang masih muda dapat dibuat untuk rujak. Buah Buni yang sudah matang bisa langsung dimakan atau dibuat selai.

Konsumsi Buah Buni, Cegah Komplikasi Darah Tinggi

Warna ungu kehitaman pada buah Buni yang sudah matang menunjukkan tingginya kadar antosianin dalam buah ini. Keberadaan senyawa aktif ini dinilai penting dalam tubuh, terutama untuk kesehatan pembuluh darah Anda, dimana antosianin bekerja dengan cara mengoksidasi kadar LDL (lemak jahat) dalam tubuh.

Tentu saja, penyakit-penyakit seperti darah tinggi, aterosklerosis, dan resiko yang mengintai jantung Anda dapat diatasi dengan keberadaan senyawa ini dalam tubuh.

Jadi, Anda yang menderita penyakit darah tinggi dapat mengonsumsi buah Buni untuk mengatasinya. Caranya sangat sederhana yakni dengan menyiapkan buah Buni yang telah matang sekitar 20-30 buah.

Kemudian, cuci bersih dan buanglah bagian bijinya. Lalu, makanlah daging buahnya. Lakukan hal tersebut sebanyak 2 sampai 3 kali dalam sehari. Setelah itu, minumlah air hangat untuk menetralisir rasa sepat yang dirasakan setelah mengonsumsi Buni.

Sumber :
https://www.deherba.com/buah-buni-si-kecil-berkhasiat-antihipertensi.html


baca selanjutnya...

Saturday, January 17, 2015

Buah Buni Cegah Penyakit Jantung Koroner

Pernah mencicipi rujak yang memakai buah buni sebagai salah satu unsur pengisinya? Kehadirannya dalam rujak itu dimaksudkan sebagai pencipta rasa asam kecut yang menyegarkan. Padahal saat buah berbentuk bulat yang saat matang berwarna merah kehitaman itu masuk ke tubuh, terdapat manfaat penting yang tidak pernah terduga: pelindung tubuh dari penyakit jantung koroner!

Selama ini konsumsi anggur merah dalam jumlah terbatas dianggap salah satu cara terbaik untuk mencegah penyakit jantung koroner. Apa sebab? Kandungan polifenol, flavanoid, dan antosianin yang berlimpah dalam anggur merah tersebut mampu menjadi benteng pelindung bagi jantung. Ketiga senyawa itu mampu menghindari terjadinya penyempitan pembuluh darah kecil yang memasok darah dan oksigen ke jantung. Penyempitan pembuluh darah itu terjadi karena pembentukan plak di dinding arteri jantung.

Beruntung, selain anggur merah ternyata buni Antidesma bunius dapat berperan serupa. Harap mafhum ketiga senyawa penting dalam anggur merah juga dijumpai pada anggota famili Euphorbiaceae itu. Istimewanya kandungan polifenol pada buni jauh lebih besar dibandingkan pada anggur merah. Riset di Thailand memperlihatkan total polifenol tertinggi terdapat pada daun buni, mencapai 246,3-252,7 mg/gram.

Sejatinya polifenol merupakan metabolit sekunder pada tanaman. Senyawa itu dijumpai di seluruh bagian tanaman. Kehadirannya bagi tanaman penting sebagai pelindung dari radiasi sinar ultraviolet sekaligus memberi mekanisme perlindungan kepada tanaman terhadap serangga penganggu.

Menurut Luchai Butkhup dari Laboratory Equipment Center, Faculty of Technology, Universitas Mahasarakham di Thailand, tertuang dalam Journal of Fruit and Ornamental Plant Research Volume 19 pada 2011 dijelaskan bahwa senyawa polifenol sejak beberapa tahun belakangan menjadi fokus para peneliti lantaran khasiat luarbiasanya bagi kesehatan manusia. Luchai juga menyebutkan bila kehadiran senyawa polifenol terkait erat dengan antioksidan. Antioksidan itu yang membuat senyawa polifenol mampu melindungi jantung dari penyakit jantung koroner.

http://www.bebeja.com/


baca selanjutnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat Gema Herbal Medika

Site Meter

Pengunjung

free counters

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP