Showing posts with label Daun tempuyung. Show all posts
Showing posts with label Daun tempuyung. Show all posts

Thursday, July 25, 2013

Khasiat Daun Tempuyung

Tempuyung (Sonchus arvensis) adalah tanaman menahun dengan tinggi 0,6 - 2 meter. Tanaman tempuyung memiliki dua jenis, yaitu tempuyung berukuran kecil disebut dengan lempung, sedangkan untuk yang berukuran besar disebut dengan rayana. Batang tempuyung berbentuk bulat, berongga, berusuk, dan bergetah, daunnya berbentuk lonjong dan tunggal panjangnya mencapai 6-48 cm dan lebar 3-12 cm. Rasa daun tempuyung sangat pahit, bunganya merupakan bunga majemuk berbentuk bonggolan yang bertangkai panjang dan berukuran mungil, warna bunganya kuning cerah dan akan berubah warna merah kecoklatan, sedangkan buahnya bertekstur keras, pipih, dan berwarna coklat kekuning-kuningan, akarnya akar tunggang yang kokoh.

Secara kimia tanaman tempuyung mengandung alfa-laktuserol, beta-laktoserol, manitol, inositol, silika, kalium, flavonoid dan taraksa-sterol. Sedangkan kandungan utama daunnya adalah ion-ion mineral (silika, kalium, magnesium, dan netrium) dan senyawa organik (flavonoid, kumarin, taraksasterol, inositol, dan asam fenolat) sementara kandungan utama akarnya adalah senyawa flavonoid (apigenin 7-0 glukosida).

Khasiat daun tempuyung sangat banyak sekali, untuk mengobati berbagai jenis penyakit, dan berikut ini adalah beberapa khasiat daun tempuyung yang sangat terkenal.

1. Penyakit saluran kencing
Ambil daun tempuyung yang masih segar
Cuci sampai bersih
Panggang daun tempuyung tersebut dibara api sebentar saja, (sampai sedikit layu)
Jadikan daun tempuyung tersebut sebagai lalapan, lauk nasi.

2. Kencing batu
Ambil 150 mg daun tempuyung yang sudah kering
Cuci sampai bersih
Rebus ramuan tersebut dengan volume air 250 cc sampai mendidih
Minum air ramuan tersebut tiga kali sehari sampai penyakit sembuh.

3. Bisul
Ambil batang dan daun tempuyung
Cuci sampai bersih
Tumbuk sampai halus kedua ramuan tersebut
Peras ambil airnya
Oleskan pada bagin yang bisul air dan perasan ramuan tersebut.

Khasiat daun tempuyung yang lainnya
Rebus 15-60 gram daun tempuyung segar diyakini mampu untuk mengobati penyakit seperti infeksi usus buntu, disentri dan wasir.

Demikianlah pembahasan kali ini tentang khasiat daun tempuyung yang bagus untuk kesehatan, mudah-mudahan dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dalam bidang kesehatan misteri tempuyung akan semakin terbuka lagi.

Sumber:
http://khasiatdaunalami.blogspot.com/2012/10/khasiat-daun-tempuyung.html


baca selanjutnya...

Thursday, September 8, 2011

Hancurkan Batu Ginjal Dengan Daun Tempuyung

Penyembuhan penyakit batu ginjal memang bisa dilakukan dengan banyak cara. Dari yang tradisional hingga yang berteknologi canggih, semua sudah bisa dipilih di negeri ini. Masing-masing cara tentu ada kelebihan dan kekurangan.

Bila dipilah-pilah, penyembuhan itu bisa dibedakan atas penyembuhan dengan obat, operasi, dan penembakan sinar laser atau gelombang kejut. Penentuan cara yang hendak dipilih sangat tergantung dari kondisi pasien. Makin berat kasus penyakit batu ginjal yang dialami pasien, makin radikal pula penyembuhannya.

Bila batu ginjal itu masih kecil sehingga bisa diusahakan untuk dikeluarkan bersama air seni, maka digunakan obat diuretik pelancar pengeluaran urine. Namun, kalau batunya sudah membesar, obat penghancur batu pun mulai diperlukan. Kalau batu ginjal itu terdiri atas garam karbonat, obat penghancurnya dipilih yang di dalam ginjal bisa menjadi asam sehingga senyawa karbonatnya hancur atau larut. Terkadang pula, dalam kasus yang disertai adanya luka, penyembuhan pasien penderita batu ginjal memerlukan obat yang di dalam urine bersifat antibakteri. Luka tersebut terjadi karena batu telah merusak ginjal yang ditandai dengan adanya darah dalam kencing.

Bila diameter batu ginjal lebih besar lagi, penyembuhan bisa dengan melakukan pemecahan batu menggunakan sinar laser atau gelombang kejut ultrasonik. Kalau upaya-upaya tadi belum membuahkan hasil, tindakan operasi pengangkatan batu biasanya dilakukan sebagai langkah akhir yang radikal. Ini pun tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah karena setelah operasi dilakukan, batu ginjal masih mungkin muncul lagi.

Di samping cara-cara medis tadi, pengusiran batu ginjal juga bisa dilakukan dengan cara alternatif, yakni menggunakan obat tradisional yang terutama terdiri atas tanaman "penghancur" batu ginjal. Memang, belum semua obat tradisional telah diuji dengan penelitian ilmiah. Kalau pun sudah diteliti, seringkali belum dilakukan secara terinci seperti yang dilakukan terhadap obat-obatan modern. Obat-obatan tradisional lebih berdasarkan pada pengalaman empiris. Meski begitu, tanaman yang dikenal sebagai peluruh batu ginjal tadi berindikasi baik dan tergolong baik dalam dosis yang ditetapkan.

Beberapa tanaman yang telah diteliti tadi di antaranya tempuyung, srigunggu, sambang getih, gempur watu, dan keji beling IV. Dari sekian jenis tanaman tersebut tempuyung merupakan yang terpopuler. Bahkan, tanaman ini telah diolah dalam skala industri sebagai obat penghancur batu ginjal.

Tempuyung (Sonchus arvensis L) termasuk tanaman terna menahun yang biasanya tumbuh di tempat-tempat yang ternaungi. Daunnya hijau licin dengan sedikit ungu, tepinya berombak, dan bergigi tidak beraturan. Di dekat pangkal batang, daun bergigi itu terpusar membentuk roset dan yang terletak di sebelah atas memeluk batang berselang seling. Daun berombak memeluk batang inilah yang berkhasiat menghancurkan batu ginjal.

Di dalam daun tersebut terkandung kalium berkadar cukup tinggi. Kehadiran kalium dari daun tempuyung inilah yang membuat batu ginjal berupa kalsium karbonat tercerai berai, karena kalium akan menyingkirkan kalsium untuk bergabung dengan senyawa karbonat, oksalat, atau urat yang merupakan pembentuk batu ginjal. Endapan batu ginjal itu akhirnya larut dan hanyut keluar bersama urine.

Untuk menggunakannya sebagai obat diperlukan lima lembar daun tempuyung segar. Setelah dicuci bersih, daun diasapkan sebentar. Daun tersebut dimakan sekali habis sebagai lalap bersama nasi. Dalam sehari kita bisa memakan lalap itu sebanyak tiga kali.
Cara lainnya, 500 mg daun tempuyung kering diseduh dengan air satu gelas minum seperti membuat teh. Air seduhan inilah yang diminum sebagai obat. Dalam sehari kita bisa meminumnya sebanyak tiga kali, sampai batu ginjal hilang.

Penelitian tanaman ini dilakukan oleh almarhum Prof. Dr. Sarjito dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Dalam penelitian itu dia merendam batu ginjal seseorang dalam rebusan daun tempuyung pada suhu kamar dan pada suhu 37oC. Bahan percobaan tadi ada yang digoyang seperti gerakan tubuh manusia, ada pula yang tidak. Setelah itu batu ditimbang dan kalsium dalam larutan diukur secara kimia. Hasilnya, semua batu ginjal berkurang bobotnya.

Sarjito juga meneliti daya penghancuran batu ginjal manusia dengan melakukan pemeriksaan kristal dalam air seni dan dengan menggunakan sinar rontgen. Hasilnya, diketahui tanaman tempuyung dapat menghancurkan batu ginjal. Sayangnya, sampai sekarang belum diketahui senyawa yang melarutkan atau menghancurkan batu ginjal.

Sumber : http://www.gogreen.web.id/2007/09/obat-tradisional-hancurkan-batu-ginjal.html


baca selanjutnya...

Wednesday, September 7, 2011

Manfaat Daun Tempuyung

Tempuyung (Sonchus arvensis L) tumbuh liar di tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung, seperti di tebing-tebing, tepi saluran air atau tanah terlantar, kadang ditanam sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan yang berasal dari Eurasia ini bisa ditemukan pada daerah yang banyak turun hujan pada ketinggian 50 - 1.650 m dpl.

Terna tahunan, tegak, 0,6 - 2 m, mengandung getah putih, dengan akar tunggang yang kuat. Batang berongga dan berrusuk. Daun tunggal, bagian bawah tumbuh dan berkumpul pada pangkal membentuk roset akar. Helai daun berbentuk lanset atau lonjong, ujung runcing, pangkal bentuk jantung, tepi berbagi menyirip tidak teratur, panjang 6 - 48 cm, lebar 3 - 12 cm, warnanya hijau muda. Daun yang keluar dari tangkai bungan bentuknya lebih kecil dengan pangkal memeluk batang, letak berjauhan, berseling. Perbungaan berbentuk bonggol yang tergabug dalam malai, bertangkai, mahkota bentuk jarum, warnanya kuning cerah, lama kelamaan menjadi merah kecoklatan. Buah kotak, berusuk lima, bentuknya memanjang sekitar 4 mm, pipih, berambut, coklat kekuningan.

Ada keaneka-ragaman tumbuhan ini. Yang berdaun kecil disebut lempung dan yang berdaun besar dengan tinggi mencapai 2 meter disebut rayana. Batang muda dan daun walaupun rasanya pahit bisa dimakan sebagai lalap. Perbanyakan dengan biji.

Sifat dan Khasiat.
Tempuyung rasanya pahit dan dingin. Berkhasiat menghilangkan panas dan racun, peluruh kencing (diuretik), penghancur batu (lipotriptik), antiurolitiasis dan menghilangkan bengkak.

Kandungan Kimia
Tempuyung mengandung
a -laktuserol,
b -laktuserol, manitol, inositol, silika, kalium, flavonoid dan taraksasterol.

Bagian yang digunakan
Daun atau seluruh tumbuhan

Indikasi
Tempuyung dapat mengatasi:
o Batu sakuran kencing dan batu empedu
o Radang usus buntu (apendistis), radang payudara (mastitis)
o Disentri
o Wasir
o Beser mani (spermatorea)
o Darah tinggi (hipertensi)
o Pendengaran berkurang (tuli)
o Rematik gout, memar
o Bisul, luka bakar.

Cara Pemakaian
Daun atau seluruh tumbuhan sebanyak 15-60 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, herba segar digiling lalu ditempelkan ke tempat yang sakit atau diperas dan airnya untuk kompres bisul, luka bakar dan wasir.

Efek farmakologis dan Hasil Penenitian
Penelitian pengaruh ekstrak air dan ekstrak alkohol daun tempuyung terhadap volume urine tikus in vivo dan pelarutan batu ginjal in vitro , menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:
1) daun tempuyung tidak secara jelas mempunyai efek diuretik, namun mempunyai daya melarutkan batu ginjal:
2) daya melarutkan batu ginjal oleh ekstrak air lebih baik dari pada ekstrak alkohol (Giri Hardiyatmo, Fak. Farmasi UGM 1991)

Praperlakuan flavonoid fraksi asetat daun tempuyung mampu menghambat hepatotoksisitas karbon tetraklorida (CCI 4) yang diberikan pada mencit jantan (Atiek Liestyaningsih, Fak. Farmasi UGM 1991)

Contoh Pemakaian
Radang Payudara

Tumbuhan tempuyung segar sebanyak 15g direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sekaligus. Lakukan 2 - 3 kali sehari.

Bisul
Batang dan daun tempuyung segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Air perasannya digunakan untuk mengompres bisul.

Darah Tinggi, Kandung Kencing dan Kandung Empedu Berbatu
Daun tempuyung segar sebanyak 5 lembar dicuci lalu diasapkan ebentar. Makan sebagai lalap bersama nasi. Lakukan 3 kali sehari

Kencing Batu
Daun tempuyung kering sebanyak 250mg direbus dengan 250 cc air bersih sampai tersisa 150 cc. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum. Habiskan dalam sehari. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Daun tempuyung, daun Advokad (Persea america) , daun sawi tanah (Nasturtium montanum), seluruhnya bahan segar sebanyak 5 lembar, dan 2 jari gula enau dicuci bersih lalu direbus dalam 3 gelas air bersih sampai tersisa 3/4 nya . Setelah dingin disaring. Air yang terkumpul diminum 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

Daun tempuyung dan daun keji beling (Strobilanthes crispus) segar masing-masing 5 lembar, jagung muda 6 buah dan 3 jari gula enau dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 3/4 nya. Setelah dingin disaring, lalu diminum 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

Pendengaran berkurang (Tuli)
Herba tempuyung segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air masak. Gilling sampia halus, lalu diperas dengan kain bersih. Airnya diteteskan pada elinga yang tuli. Lakukan 3 - 4 kali sehari.

Catatan
Kapsul Prolipid yang diindikasikan untuk pengobatan kolesterol tinggi dan menjaga kelangsingan tubuh mengandung tumbuhan obat ini

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia/Dr. Setiawan Dalimartha/Hadi
http://togaye.itgo.com/tempuyung.html


baca selanjutnya...

Sunday, May 29, 2011

Obat Ginjal, dari Kumis Kucing hingga Sambiloto

Apa saja tanaman obat yang telah digunakan dan memiliki potensi untuk dijadikan pilihan alternatif ataupun pendamping pengobatan batu ginjal dan membantu meningkatkan kinerja ginjal?

Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Guru Besar Departemen Farmasi Fakultas MIPA UI, menyatakan bahwa beberapa tanaman obat sebenarnya layak disebut herba rasional karena telah dibuktikan selama bertahun-tahun meski secara empiris. Tanaman obat ini paling tidak telah teruji khasiat, efektivitas, dan keamanannya. Jenis-jenis herba yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan ginjal dan kandung kemih di antaranya:

KUMIS KUCING
Bersifat diuretik, bermanfaat untuk mengatasi infeksi kandung kemih, infeksi saluran kemih, kencing batu, batu kantung empedu, dan sebagai antipiretik.
Komponen berkhasiat: Eupatrin, sinensetin, 3-hidroksi-tetrametil flavon dan siphonol A-E.
Cara meramu: Kumis kucing dan meniran, masing-masing 30 gram, direbus. Setelah dingin airnya diminum.

LOBAK
Sebagai peluruh batu ginjal.
Cara meramu: 200 gram lobak dibuat jus, lalu disaring dan diminum untuk satu hari.

TAPAK LIMAN
Seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan sebagai peluruh batu ginjal, untuk meningkatkan kinerja ginjal, antiseptik, antiradang, dan penurun panas.
Komponen berkhasiat : deoxy, isodeoxyelephantopin, dan seskuiterpena.
Cara meramu: Rebus 1.530 gram tanaman yang telah dikeringkan, airnya diminum.

PEGAGAN
Bersifat antibakteri, menyembuhkan luka, antiradang, antioksidan, dan meningkatkan kinerja ginjal. Telah melalui beberapa uji praklinis untuk antibakteri, ginjal, dan antitumor. Digunakan sebagai obat untuk membantu penyembuhan luka dan radang pada saluran kemih.
Cara meramu: Daun segar sebanyak 50-80 gram direbus, airnya diminum.

DAUN SENDOK
Bermanfaat sebagai antiinflamasi, melarutkan batu ginjal, meningkatkan kerja ginjal, dan sebagai antibakteri.
Komponen kimia: Plantaginin, - homoplantaginin, katalpol.
Cara meramu: Rebus 15-30 gram daun dengan 2 gelas air sampai tinggal 1 gelas, lalu minum.

TEMPUYUNG
Sebagai peluruh kemih, melarutkan batu empedu, dan meningkatkan kinerja ginjal. Komponen kimia: Flavonoid dan aeskulin.
Cara meramu: 5 lembar daun tempuyung, 5 lembar daun alpukat, 5 lembar daun sawi tanah direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Minum setelah dingin.
Cara lain: 5 lembar daun tempuyung, 6 buah jagung muda, dan gula aren secukupnya direbus, airnya diminum.

CEPLUKAN
Sebagai peluruh batu dan meningkatkan kerja ginjal, bersifat analgesik, antitumor, dan antiseptik.
Komponen kimia: Fisalin B, D, F dan withangulatin A. Saat ini pengembangan penelitian diarahkan untuk membuktikan potensinya sebagai antikanker.
Cara meramu: Konsumsi langsung buahnya atau air rebusan daun secukupnya.

ALANG ALANG
Sebagai infus rimpang, sebagai peluruh batu dan meningkatkan kerja ginjal, menurunkan tekanan darah, sekaligus pereda panas dalam. Hasil penelitian membuktikan tanaman ini tidak beracun, dan praktis penggunaannya karena cukup direbus.
Kandungan kimia: Arundoin, fernenol, isoarborinol, silindrin, dan skopoletin.

DAUN ALPUKAT
Perasan daun alpukat berkhasiat sebagai peluruh batu ginjal dan meningkatkan kerja ginjal. Seduhan daun sebagai pelarut batu ginjal kalsium.
Komponen kimia: Polifenol, flavonoid, alkolodi, dan saponin.

KEJI BELING
Daun berkhasiat sebagai peluruh dan pelarut batu ginjal dan batu kandung empedu.
Untuk batu kandung kemih: Rebus bersama tongkol jagung muda.
Untuk batu ginjal: Campur dengan daun meniran dan daun ungu. Dapat juga dicampur dengan tempuyung dan tongkol jagung muda.

MENIRAN
Digunakan sebagai peluruh batu ginjal dan mengurangi infeksi sekaligus mempertahankan kinerja ginjal, meningkatkan daya tahan tubuh.
Untuk ramuan diuretik: 20 gram herba direbus selama 15 menit, lalu diminum.
Komponen kimia: Flavonoid kuersitrin, kuersitrin, isokuersitrin, filantin, dan nirantin.

DAUN SAMBILOTO
Digunakan bila terjadi komplikasi penghancuran batu ginjal, nanah dalam saluran kencing, dan atau darah dalam saluran kencing. Berfungsi sebagai diuretik dan peningkat daya tahan tubuh.
Komponen kimia: Andirgafolida, neoandrografolida, homoandrografolida, andrografin.
Cara meramu: Rebus daun segar atau yang telah dikeringkan secukupnya.


baca selanjutnya...

Monday, February 14, 2011

Empat Sekawan (Sambiloto, Tempuyung, Temulawak, Lada) Pereda Asam Urat

Derita itu telah ia alami sejak 2 tahun lalu. Semula Suhartini menduga derita sakitnya hanya pegal-pegal biasa. Sebab, setelah diolesi param, pegal pun menghilang. Namun, makin lama, rasa sakitnya semakin menghebat. Apalagi setelah mengkonsumsi soto dan emping yang menjadi santapan favoritnya.

Karena Suhartini berharap segera sembuh, pada Januari 2006, Suhartini memeriksakan diri ke dokter umum di Jatibening, Bekasi. Sebelum diperiksa, Suhartini diharuskan memeriksakan darah terlebih dahulu. Hasil pemeriksaan dokter, Suhartini terkena asam urat berlebih. Kandungan asam uratnya mencapai 9 mg/100 ml darah. Padahal ukuran normalnya 6,5 - 7 mg.

Pilih herbal
Oleh dokter,ibu dua anak itu diberi obat berupa kapsul yang dikonsumsi 3 kali sehari. Seminggu kemudian,kondisi Suhartini membaik. Namun, setelah obat tandas, rasa linu di jari tangan kembali kambuh. Ia pun berhenti mengkonsumsi obat kimia lantaran khawatir merusak ginjal.

Suhartini pun beralih mengkonsumsi ramuan sambiloto, tempuyung, lada, dan komfrey yang sudah dikapsulkan. Ia rutin mengkonsumsi obat itu 3 kali sehari masing-masing 1 kapsul. Dua pekan berselang,sakit di jari tangan mulai reda dan kini sudah hilang sama sekali.

Menurut dr Suharti K Suherman SpFK, dari Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin. Senyawa itu banyak terdapat dalam makanan seperti jeroan, emping, dan sarden. Asam urat berfungsi membentuk inti-inti sel. Namun, yang diperlukan tubuh hanya sedikit. Sisanya dikeluarkan melalui usus (30%)dan ginjal (70%).

Tingginya kadar asam urat dalam darah disebabkan sintesis asam urat berlebih, sedangkan ekskresi di ginjal sedikit. Asam urat berlebih itu berpadu dengan natrium membentuk kristal natrium urat pada jaringan lunak persendian. Terbentuklah endapan yang disebut topus. Akibatnya terjadi peradangan? biasa disebut arthritis gout? akut. yang ditandai rasa nyeri di persendian.

Lazim dipakai
Untuk mengobati asam urat,herbalis menggunakan sambiloto? Namun, sambiloto tidak digunakan tunggal,? ujar Iskandar,pengobat herbal di kompleks Permata Ancol, Jakarta Utara. Ia meramunya dengan tempuyung, temulawak, dan lada yang dibuat dalam bentuk kapsul. Menurutnya, anggota famili Acanthaceae itu berperan meredakan sakit. Ramuan serupa digunakan dr Erna Cipta Fahmi, dokter umum dan herbalis di Ciputat, Tangerang. Namun, ia menggunakannya untuk pasien yang belum akut. Untuk pasien asam urat kronis, biasanya ditambahkan daun salam dan akar alang-alang untuk memperbaiki kerja ginjal.

Sambiloto yang terbukti empiris meredakan gangguan asam urat, juga dilirik produsen obat PT Indofarma. Menurut Agus Kuanto, manajer produk PT Indofarma, pihaknya meramu obat asam urat dari sambiloto Andrographis paniculata, temulawak Curcuma xanthoryza, tempuyung Sonchus arvensis, lada Piper nigrum, dan rumput teki Cyperus rotundus. Dari kelima jenis tanaman obat itu, jumlah sambiloto paling dominan, yaitu 35%.

Antidepresan
Menurut dr Suharti K Suherman SpFK, sambiloto mengandung lakton dan kolmegin yang memberi efek antidepresan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan sendi. Sedangkan daun tempuyung kaya akan kalium yang berkhasiat sebagai peluruh urine sehingga meningkatkan ekskresi asam urat saat berkemih.

Temulawak yang mengandung kurkumin dan minyak asiri bekerja memperbaiki kerja ginjal agar ekskresi asam urat meningkat. Kandungan piperin, piperanin, dan chavaicin pada lada berfungsi merangsang kelenjar pencernaan sehingga mempercepat pembakaran lemak yang menghambat ekskresi asam urat.

Meski sambiloto ampuh meredakan nyeri akibat asam urat, tetap harus dibarengi pola makan sehat. Pasien sebaiknya menghindari mengkonsumsi makanan yang mengandung purin dan perbanyak minum air putih. Dengan begitu, sintesis dan ekskresi asam urat bisa seimbang sehingga kadarnya dalam darah tetap normal. (Imam Wiguna)

Sumber : http://klik-brc.com/


baca selanjutnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat Gema Herbal Medika

Site Meter

Pengunjung

free counters

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP