Showing posts with label Pare. Show all posts
Showing posts with label Pare. Show all posts

Thursday, July 5, 2012

Obat Alami Diabetes: Pare si Pahit yang Berkhasiat

Seperti kita tahu bahwa penyembuhan dengan obat-obatan alami dari alam akan membuat metabolisme lebih terjaga karena terhindar dari keracunan sebagai efek samping obat. Pada postingan kali ini akan dibahas tentang obat alami diabetes, yaitu manfaat pare sebagai obat alami diabetes.

Banyak orang tidak suka makan pare karena rasanya yang pahit. Tapi kemudian menjadi penasaran karena banyak dikombinasikan dengan Siomay Bandung yang banyak dijual. Ternyata setelah dicicipi sedap juga. Selain rasanya enak, ternyata banyak manfaat pare yang bagus untuk kesehatan, terutama sebagai obat alami diabetes.

Tanaman pare mempunyai bahasa latin Momordica charantia L, berasal dari kawasan Asia Tropis. Di Indonesia pare akan tumbuh subur karena dia menyukai iklim tropis kita. Tanaman ini berupa tanaman merambat bersulur dengan buah berbentuk panjang menggantung di tangkainya. Pare banyak sekali jenisnya, mulai dari pare putih atau pare Bodas, pare hijau atau pare kodok, dan juga pare ular atau pare belut. Biasanya yang paling tidak terasa pahit adalah jenis pare putih.

Penelitian yang diterbitkan di Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition membuktikan bahwa pemberian secara oral ekstrak biji pare sebanyak 150mg per kg berat badan selama 30 hari ada penurunan secara signifikan pada kadar gula darah.

Kandungan senyawa dalam buah pare adalah saponin, flavonoid, dan polifenol (antioxidant kuat), serta glikosida cucurbitacin, momordicin, dan charantin, karatin, hydroxytryptamine, vitamin A, B, dan C. Sementara itu bijinya mengandung momordisin. Hampir semua bagian tanaman ini, baik biji, bunga, daun, maupun akar, berkhasiat untuk obat.

Penelitian lain dilakukan untuk menguji hipoglikemik Pare. Efek pare dalam menurunkan gula darah pada hewan percobaan bekerja dengan mencegah usus menyerap gula yang dimakan. Selain itu diduga, pare juga memiliki komponen yang menyerupai sulfonylurea, yakni obat anti diabetes paling tua.

Obat jenis ini menstimulasi sel beta kelenjar pankreas tubuh memproduksi insulin lebih banyak, selain meningkatkan deposit cadangan gula glikogen di hati. Momordisin, sejenis glukosida yang terkandung dalam pare juga mampu menurunkan kadar gula dalam darah dan membantu pankreas menghasilkan insulin.

Pare sebagai obat alami diabetes dapat dikonsumsi dalam bentuk mentah maupun dimasak. Biasanya lebih berkhasiat kalau dikonsumsi mentah dalam bentuk ramuan. Kalau dalam bentuk mentah dapat dibuat ramuan dari buah dan bijinya. Berikut ini adalah tata cara membuat ramuan dari Pare sebagai obat alami diabetes.

Ramuan dari buah pare
Ambil 2 buah pare, cuci dan lumatkan lalu tambahkan setengah gelas air bersih. Aduk dan peras. Minum sehari sebanyak 1 ramuan. Diulang selama 2 minggu.

Ramuan dari biji pare
Timbang 200 gram biji pare, kemudian biji pare disangrai sampai kering dan ditumbuk halus. Setelah dingin disimpan dalam toples. Cara pemakaiannya seduh 10 gram bubuk biji pare dengan air matang untuk diminum 3 kali sehari.

Semoga bermanfaat sebagai alternatif obat alami diabetes.

Sumber : http://niatingsun.blogspot.com/


baca selanjutnya...

Monday, April 30, 2012

Manfaat Manis dari Pare

Tidak banyak orang yang menyukai pare karena rasanya yang pahit. Padahal sayuran yang mudah ditemukan di sekitar kita ini memiliki manfaat yang "manis" untuk tubuh karena banyak mengandung nutrisi antara lain, kalsium, vitamin C, dan zat besi.

Berbahagialah untuk para pecinta pare atau mereka yang dapat berkompromi dengan rasa pahit si pare. Karena, menurut the Memorial Sloan-Kettering Cancer Center, si pahit ini biasa digunakan untuk mengobati atau mencegah kanker, infeksi, dan masalah pencernaan.

The National Bitter Melon Council melaporkan bahwa pare mengandung vitamin dan mineral, termasuk di antaranya vitamin C; zat besi; vitamin A; dan kalsium, dalam jumlah yang banyak.

Seperti yang telah diketahui, vitamin C sangat penting untuk produksi tulang rawan dan kekebalan tubuh. Zat besi diperlukan untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Dan vitamin A yang terkandung di dalam pare, sebagai beta-karoten, sangat mudah diserap oleh tubuh dan dugunakan untuk meningkatkan kesehatan penglihatan juga kekebalan tubuh. Sedangkan kalsium membantu tubuh membentuk otot dan tulang.

Seperti kebanyakan sayuran lainnya, pare rendah kalori dan lemak. Namun yang membedakan adalah pare mengandung protein dalam jumlah yang banyak. Masih menurut the National Bitter Melon Council, 3,5 gram pare mengandung hampir 6 gram protein-- jumlah ini (protein) jauh lebih banyak dibandingkan dengan sayuran lainnya seperti bayam dan wortel.

Keistimewaan lainnya adalah, pare juga mengandung antioksidan--zat yang mampu melawan proses berbahaya didalam tubuh atau biasa disebut oksidasi. Dan jika tingkat oksidasi dalam tubuh sangat meningkat akan menyebabkan kerusakan DNA, sehingga risiko terjadinya kanker meningkat.

Adanya antioksidan di dalam pare dibuktikan dengan adanya penelitian yang diterbitkan dalam " LWT -- Food Science and Technology" edisi Maret 2008, disimpulkan bahwa pare liar yang ditemukan di Taiwan memiliki antioksidan (flavonoid dan polifenol) dengan tingkat yang tinggi.

Namun the Memorial Sloan-Kettering Cancer Center menyarankan untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi pare. Meski menyehatkan, jika dimakan terlalu banyak dapat menyebabkan kadar gula rendah. Dan untuk pengasupan suplemen ekstrak pare, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan keamanannya.

Sumber : http://health.kompas.com/


baca selanjutnya...

Friday, September 23, 2011

Pare Putih, Ramuan Ampuh Untuk Diabetesi

Buah Pare (momordica charantia) atau Paria termasuk golongan sayuran buah. Pare termasuk tumbuhan merambat yang memerlukan penopang para-para atau tumbuhan lain sehingga tanaman ini memiliki alat penopang yang berbentuk pilin.

Tak jarang orang menghindari sayur ini. Mungkin Anda adalah salah satunya. Tapi siapa sangka kalau buah yang rasanya sedikit pahit ini ternyata mampu mengobati diabetes. Bagaimana mungkin?

Siapa yang tidak mengenal tumbuhan merambat ini? Tumbuhan yang termasuk golongan sayur dan buah ini seringkali diabaikan. Hanya segelintir orang saja yang menyukainya. Hal ini dikarenakan rasanya yang pahit, meskipun sudah dicoba hilangkan dengan cara diremas dengan garam.

Meskipun rasanya pahit, ternyata pare ini mampu mengobati diabetes. Tentu saja penyakit diabetes yang masih dalam taraf ringan, dan si penderita belum tergantung dengan suntikan insulin. Momordisin, sejenis glukosida yang terkandung dalam pare mampu menurunkan kadar gula dalam darah dan membantu pankreas menghasilkan insulin.

Biasanya, penderita pada tingkat ini masih memiliki kelenjar pankreas yang masih bisa menghasilkan hormon insulin.

Selain itu, pare juga mengandung betakaroten dua kali lebih besar dari brokoli. Sehingga mampu mencegah timbulnya penyakit kanker dan mengurangi resiko terkena serangan jantung ataupun terinfeksi virus.

Di beberapa negara terutama Jepang, Korea dan Cina, pare dimanfaatkan untuk pengobatan. Pare yang muda digunakan sebagai obat diabetes, gangguan pencernaan, minuman penambah semangat, obat pencahar dan perangsang muntah. Bahkan pare telah diekstrak dan dikemas dalam kapsul sebagai obat herbal kencing manis.

Pare banyak sekali jenisnya, mulai dari pare putih atau pare Bodas, pare hijau atau pare kodok, dan juga pare ular atau pare belut. Untuk jenis pare putih ini, rasanya cenderung tidak terlalu pahit jika dibandingkan dengan pare hijau lainnya. Namun ketiga jenis pare ini tetap memiliki khasiat yang serupa.

Pare putih (pare gajih atau pare Bodas)
Pare putih buahnya besar, berbentuk bulat panjang, warnanya putih, dengan permukaan kulit buah yang berbintil-bintil besar.

Pare hijau (pare gengge atau pare kodok)
Pare hijau berukuran lebih kecil, berbentuk lonjong, dan permukaan kulitnya berbintil-bintil halus.

Pare ular (pare belut)
Sedangkan pare ular berukuran sekira 60 cm panjangnya,berbentuk bulat,berwarna hijau dengan belang-belang putih mirip kulitular.Permukaan kulitnya halus, tidak ada bintil-bintilnya.

Pare tak hanya enak ditumis atau untuk campuran siomay. Di Cina pare diolah dengan tausi, tauco, daging sapi dan cabai sehingga rasanya makin enak. Atau pare diisi dengan adonan daging dan tofu. Di Jepang pare jadi primadona makanan sehat karena diolah menjadi sup, tempura atau asinan sayuran.

Dewasa ini, dengan berkembangnya ilmu dan teknologi bidang perbenihan telah dihasilkan beragam varietas pare unggul hibrida dan non hibrida. Tanaman pare yang dibudidayakan dikelompokkan dalam tiga jenis, yaitu :

Kadar kalsium pare juga tergolong tinggi, sehingga mampu menaikkan produksi sel-sel beta dalam pankreas untuk menghasilkan insulin. Bila insulin dalam tubuh mencukupi maka kemungkinan kadar glukosa yang membanjir dapat dicegah, sehingga kadar gula darah menjadi normal atau terkontrol.

Khasiat pare lainnya yaitu, kandungan senyawa fitokimia lutein dan likopennya berkhasiat sebagai antikanker, antibiotika, antivirus, perangsang produksi insulin, penyeimbang tekanan darah dan kadar gula darah, perangsang nafsu makan dan pembasmi cacing usus.

Meskipun pare bergizi tinggi, namun sebaiknya jangan diberikan pada anak-anak dan wanita hamil. Karena anak-anak masih rentan terhadap pare, dikhawatirkan kadar gula anak akan anjlok.

Sedangkan wanita hamil tidak dianjurkan mengkonsumsi pare karena buah ini mengandung senyawa yang dapat menggugurkan kandungan.

Cara membuat ramuan:
Buah pare diparut atau dihaluskan, lalu diambil ekstrak perasan buahnya. Perasan ini diminum tiga kali sehari sampai kadar gula darah kembali normal.

Si pahit Pare (momordica charantia) ini memang sudah terbukti dapat digunakan oleh diabetisi untuk menurunkan kadar gula darah. Lantas apa yang membuat pare demikian ampuh menurunkan gula darah? Dan mengapa diabetisi tetap harus berhati-hati mengkonsumsinya?

Dalam sebuah studi dari Jurnal Ethnopharmacology menyatakan bahwa baik pare segar maupun yang dikeringkan dalam jumlah 1.5 ons – 3 ons bisa membuat kadar gula darah turun sebanyak 48%, membuat toleransi glukosa membaik tanpa terjadi peningkatan insulin, serta memperbaiki kadar gula darah puasa pada diabetesi. Memang ini sangat baik untuk para diabetesi akan tetapi hati – hati dalam menggunakannya jika kadar gula darah Anda normal.

Komposisi pare sangatlah beragam, rasa pahit pare yang merupakan karakter khasnya disebabkan karena kandungan cucurbitacins. Diantara komposisi ini terdapat Charantin yang merupakan suatu bahan primer dalam mengurangi regulasi gula darah. Charantin membuat suatu reaksi penurunan gula darah (hipoglikemik). Pare juga mengandung zat peptida yang menyerupai sifat insulin, salah satunya adalah polipeptida P dan alkaloid. Kandungan lain dalam pare pun turut serta dalam efek perubahan gula darah. Pada penelitian percobaan yang dilakukan ke manusia, pare menunjukkan perubahan signifikan dalam pengontrolan gula darah setelah mengkonsumsinya dan menghasilkan efek penurunan gula darah.

Salah satu metode untuk menggunakan pare adalah dengan membuat jus pare segar ukuran kecil dan buatlah sebanyak 50 ml pare (1,5 ons) sampai 100 ml (sekitar 3 ons) lalu dibagi menjadi 2 atau 3 dosis sehari. Perlu diingat jus pare ini sangatlah pahit.

Meskipun pare sangat baik untuk menurunkan gula darah namun tetap harus hati-hati mengkonsumsinya. Harus diperhatikan penggunaannya apalagi jika Anda seorang diabetesi yang menggunakan obat – obatan untuk mengontrol kadar gula darah Anda.

Jangan lupa untuk memonitor kadar gula darah Anda jika Anda memutuskan untuk memakai pare sebagai tambahan pengontrol kadar gula darah. Jika Anda sedang dalam pengobatan bersama obat gula sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter Anda sebelum Anda menggunakan pare bersama obat Anda karena pare bisa menyebabkan kadar gula darah Anda turun drastis bila memakai terlalu berlebihan. Sedangkan untuk riwayat alergi terhadap pare belum pernah ada penelitiannya.

Nah, kalau sudah tahu manfaat pare demikian besar masihkah Anda menghindarinya? Sumber : http://www.suaramedia.com


baca selanjutnya...

Thursday, February 10, 2011

Pare Efektif Cegah Diabetes

Siapa yang tak kenal pare? Orang sering menghindari sayur satu ini karena rasanya pahit. Meskipun pahit, pare ternyata banyak memberi manfaat untuk kesehatan tubuh. Dengan sedikit trik, pare tetap enak dimakan dan bisa mencegah beragam penyakit.

Sayuran yang satu ini merupakan tanaman rambat dengan buah berbentuk bulat panjang dengan ujung runcing. Kulitnya yang berlekuk-lekuk menjadi ciri khasnya. Jenisnya juga beragam, ada pare kecil, pare bangkok dan pare putih.

Ciri khas sayuran berwarna hijau ini adalah rasanya yang pahit. Ternyata rasa pahit sayuran ini justru memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Beragam penyakit bisa dicegah dengan makan sayuran yang bernama Latin Momordica Charabtia ini.

Seperti yang dilanisr times of india, ada beberapa manfaat yang dimiliki oleh tanaman yang berasal dari kawasan Asia Tropis ini.

Diabetes
Pare mengandung senyawa insulin atau tanaman hipoglikemik yang sangat efektif dalam menjaga naiknya kadar gula dalam darah. Sebab, tanaman ini dikenal dapat meningkatkan intoleransi glukosa pada orang yang terkena serangan dari diabetes millitus atau kencing manis.

Kolera
Pare yang dibuat jus dengan bawang merah dan air jeruk nipis bermanfaat dalam mengobati penyakit kolera pada tahap awal.

Kekebalan Tubuh
Jangan takut dengan rasa pahit sayuran satu ini. Sebab, pahit yang terdapat pada rasanya berkhasiat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Daya tahan tubuh meningkat dengan makan pare secara teratur.

Menggempur Lemak
Minum dua gelas jus pare yang dicampur susu atau buttermilk, tiga kali sehari bisa menggempur lemak tubuh. Karena itu sangat baik dikonsumsi oleh mereka yang sedang berdiet.

Penyakit Kulit
Jika pare dimakan secara teratur tiap hari, berbagai jenis penyakit kulit bisa dicegah. Seperti, psoriasis dan infeksi jamur (kurap atau kudis).

Detox
Jus pare bisa menjadi minuman yang menyehatkan. Karena pare bisa membantu proses detoksifikasi (pembuangan zat-zat beracun) dalam tubuh. Hasilnya tubuh lebih bugar dan sehat.

Pare bisa dimakan secara teratur, untuk lauk bisa ditumis atau dijadikan lalap rebus bersama sayuran lain dan sambal, Untuk menghindari rasa pahitnya, setelah dipotong-potong, remas-remas pare dengan sedikit garam dan gula hingga layu. Peras, bilas bersih lalu masak sesuai selera.

Sumber : DETIKCOM


baca selanjutnya...

Monday, August 16, 2010

Pare Putih Obat Diabetes

Tak jarang orang menghindari sayur ini. Mungkin Anda adalah salah satunya. Tapi siapa sangka kalau buah yang rasanya sedikit pahit ini ternyata mampu mengobati diabtes. Bagaimana mungkin?

Siapa yang tidak mengenal tumbuhan merambat ini? Tumbuhan yang termasuk golongsan sayur dan buah ini seringkali diabaikan. Hanya segelintir orang saja yang menyukainya. Hal ini dikarenakan rasanya yang pahit, meskipun sudah dicoba hilangkan dengan cara diremas dengan garam.

Meskipun rasanya pahit, ternyata pare ini mampu mengobati diabetes. Tentu saja penyakit diabetes yang masih dalam taraf ringan, dan si penderita belum tergantung dengan suntikan insulin. Momordisin, sejenis glukosida yangterkandung dalam pare mampu menurunkan kadar gula dalam darah dan membantu pankreas menghasilkan insulin.

Selain itu, pare juga mengandung betakaroten dua kali lebih besar dari brokoli. Sehingga mampu mencegah timbulnya penyakit kanker dan mengurangi resiko terkena serangan jantung ataupun terinfeksi virus.

Di beberapa negara terutama Jepang, Korea dan Cina, pare dimanfaatkan untuk pengobatan. Pare yang muda digunakan sebagai obat diabetes, gangguan pencernaan, minuman penambah semangat, obat pencahar dan perangsang muntah. Bahkan pare telah diekstrak dan dikemas dalam kapsul sebagai obat herbal kencing manis.

Pare banyak sekali jenisnya, mulai dari pare putih atau pare Bodas, pare hijau atau pare kodok, dan juga pare ular atau pare belut. Untuk jenis pare putih ini, rasanya cenderung tidak terlalu pahit jika dibandingkan dengan pare hijau lainnya. Namun ketiga jenis pare ini tetap memiliki khasiat yang serupa.

Pare tak hanya enak ditumis atau untuk campuran siomay. Di Cina pare diolah dengan tausi, tauco, daging sapi dan cabai sehingga rasanya makin enak. Atau pare diisi dengan adonan daging dan tofu. Di Jepang pare jadi primadona makanan sehat karena diolah menjadi sup, tempura atau asinan sayuran. Nah, kalau sudah tahu manfaat pare demikian besar masihkah Anda menghindarinya?

Sumber : DETIKCOM


baca selanjutnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat Gema Herbal Medika

Site Meter

Pengunjung

free counters

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP