Showing posts with label Teh Hijau. Show all posts
Showing posts with label Teh Hijau. Show all posts

Friday, July 19, 2013

Teh Hijau Mencegah Penyakit Alzheimer

Teh hijau telah lama dipuji untuk kandungan antioksidannya, tetapi penelitian mulai menunjukkan bahwa ia juga dapat memiliki manfaat melebihi memerangi radikal bebas, seperti mencegah penyakit Alzheimer.

Flavonoid ECGC pada Teh Hijau

Seperti dilansir dari Medical Daily, para peneliti di Michigan Alzheimer’s Disease Center menemukan bahwa flavonoid ECGC – atau epigallocatechin-3-gallate – dalam teh hijau bisa mengikat protein racun beta-amiloid, yang mengumpul pada pasien dengan penyakit Alzheimer, menyebabkan banyak gejala di antaranya.

Dengan melakukan ini, komponen teh hijau merubah sifat beta-amiloid tersebut. Dr. Mi Hee Lim, peneliti utama dalam penelitian ini, menemukan bahwa ECGC terikat paling baik pada beta-amiloid ketika ada kalsium atau seng yang hadir, dan setelah mengikat, mereka cenderung kurang membentuk plak yang menyebabkan Alzheimer dengan cara bertumbuh di otak.

Ketika ECGC terikat pada beta-amiloid, ia memaksa protein, yang biasanya dapat mengubah mengambil bentuk apapun, untuk berubah menjadi bentuk tunggal. Perubahan ini juga menghasilkan beta-amiloid yang kurang beracun, menunjukkan bahwa ia berubah bentuk menjadi kurang beracun dari bentuk-bentuk beta-amiloid.

Dalam studi lain, para peneliti ingin melihat apakah campuran ECGC dan resveratrol yang dimurnikan – ekstrak dari anggur merah – dapat mencegah bola amiloid mengikat ke protein pada sel-sel saraf yang disebut prion.

“Kami ingin menyelidiki apakah bentuk yang tepat dari bola amiloid penting bagi mereka untuk melekat pada reseptor prion, seperti bola bisbol yang pas ke sarungnya,” kata rekan penulis studi, Dr. Jo Rushworth. “Dan jika demikian, kita ingin melihat apakah kita bisa mencegah bola amiloid mengikat prion dengan mengubah bentuk mereka, karena hal ini akan menghentikan sel-sel dari sekarat.”

Memang, campuran mendistorsi bentuk bola amiloid dalam cara yang membuat mereka tidak dapat mengikat ke prion.

Teh Hijau Meningkatkan Memori

Tapi teh hijau tidak hanya memiliki sifat pencegahan Alzheimer. Studi lain menemukan ia bisa meningkatkan memori juga. Melihat efek ECGC pada manusia, peneliti mencitrakan otak dari 12 partisipan menggunakan MRI sementara mereka melakukan tugas yang merangsang memori.

Para peserta diberikan minuman ringan berbasis milk whey (bagian berair atau serum yang terpisah dari dadih dalam pembuatan keju), tetapi hanya beberapa diantaranya yang memiliki ekstrak teh hijau. Ketika partisipan diuji, mereka yang memiliki minuman dengan teh hijau menunjukkan aktivitas lebih banyak pada korteks prefrontal dorsolateral, bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk memproses kerja memori.

Terlebih lagi, para peneliti juga menemukan respon-dosis padateh hijau dengan dosis lebih tinggi menyebabkan lebih banyak aktivitas di otak.

Sementara semua studi menguji ekstrak teh hijau , dan menunjukkan manfaat tersebut, para ahli masih mengatakan bahwa dosis mungkin tidak cukup tinggi untuk digunakan sebagai terapi. Tetapi dengan tidak adanya bahaya yang ditemukan dari teh hijau, tidak ada alasan untuk menjauhinya.

Jika studi ini telah membuktikan sesuatu, itu adalah bahwa para ilmuwan sekarang memiliki beberapa titik awal untuk mengembangkan bentuk-bentuk yang lebih kuat dari ECGC yang mungkin suatu hari digunakan untuk membantu mencegah Alzheimer bahkan sebelum memiliki kesempatan untuk mulai muncul.

Manfaat Antioksidan Teh Hijau

Menurut whfoods.com, ada tiga jenis utama teh – teh hijau, hitam, dan oolong. Perbedaannya adalah dalam bagaimana teh diproses.

Teh hijau dibuat dari daun yang difermentasi dan dilaporkan mengandung konsentrasi tertinggi dari antioksidan kuat yang disebut polifenol. Antioksidan seperti polifenol dalam teh hijau dapat menetralkan radikal bebas dan dapat mengurangi atau bahkan membantu mencegah beberapa kerusakan yang ditimbulkannya.

Dalam pengobatan tradisional Cina dan India, praktisi menggunakan teh hijau sebagai stimulan, diuretik (untuk membantu membersihkan tubuh dari kelebihan cairan), astringent (untuk mengontrol perdarahan dan membantu menyembuhkan luka), dan untuk meningkatkan kesehatan jantung.

Penggunaan tradisional lainnya termasuk mengobati gas, mengatur suhu tubuh dan gula darah, meningkatkan pencernaan, dan meningkatkan proses mental.

Sumber :
http://www.teruskan.com/20564/teh-hijau-mencegah-penyakit-alzheimer.html


baca selanjutnya...

Saturday, November 17, 2012

Tanaman Pencegah Rambut Rontok

Biasanya, produk perawatan rambut yang tidak cocok, juga akan menjadi pemicu kerontokan. Misal saja adalah shampo, krim rambut dan sejenisnya.

Berikut adalah tanaman pencegah rambut rontok.

1. Teh Hijau - Menumbuhkan dan mencegah kerontokan.
Meningkatkan pertumbuhan rambut secara alami dan mencegah kerontokan karena mengandung antioksidan yang berguna untuk rambut.

Cara:
Ambil 2 bungkus daun teh hijau yang sudah diseduh dengan air hangat.
Balurkan pada rambut secara lembut.
Diamkan selama 30 menit dan bilas rambut hingga bersih.

2. Lidah buaya - Menyuburkan dan menebalkan rambut.
Nama latin lidah buaya adalah ALOEVERA.
Memiliki kandungan vitamin dan mineral yang berguna untuk menyuburkan dan menebalkan rambut.

Cara:
Satu lidah buaya potong menjadi dua.
Ambil lendirnya.
Usapkan pada rambut dan pijit perlahan.
Diamkan selama 15 menit, bilas.

3. Seledri - Menguatkan dan Berkilau.
Memiliki kandungan kalsium, zat besi, natrium, vitamin A dan Vitamin B. Mampu menstimulasi pertumbuhan rambut agar lebih sehat, kuat dan bercahaya.

Cara:
Ambil beberapa batang seledri.
Bersihkan dan blender dengan telur yang sudah dikocok.
Oleskan pada rambut, pijit perlahan.
Diamkan selama 30 menit, bilas.

Sumber : http://obatsakit2011.blogspot.com/2012/07/tanaman-pencegah-rambut-rontok.html


baca selanjutnya...

Sunday, August 28, 2011

7 makanan pembasmi sel kanker payudara

Mencari referensi tentang makanan yang ditakuti tumor/kanker, saya menemukan 7 makanan pembasmi sel kanker payudara. Setidaknya ketujuh makanan alami ini mengandung unsur-unsur antioksidannya, sehingga merupakanan makanan sehat yang mesti diperhatikan untuk dikonsumsi secara rutin oleh anda. Tentu saja ini tidak hanya sebatas pencegah dan pembasmi kanker payudara, melainkan kanker-kanker yang lainnya.

Dari sejumlah hasil penelitian, banyak ditemukan makanan alami yang mengandung antioksidan dan antiradang yang berfungsi untuk mengatasi radikal bebas yang hinggap di dalam tubuh. Makanan-makanan yang dimaksud tentunya didominasi oleh makanan-makanan alami (tanpa diolah). Salah satu fungsi dari makanan-makanan antiradang/ antioksidan tersebut ialah untuk pencegahan bahkan pengobatan kanker. (baca juga: tanaman herbal untuk dtoksifikasi)

Salah satu kanker yang paling ditakuti (terutama oleh perempuan) ialah kanker payudara. Berkaitan dengan kanker payudara, ada tujuh makanan (baik sayur maupun buah) yang disebut-sebut oleh kalangan peneliti sebagai antioksidan/antiradang terbaik, yaitu:

1. Tomat
Sudah dibahas tentang khasiat dan manfaat tomat (baca: postingan khasiat dan manfaat tomat). Likopen yang terkandung di dalam tomat merupakan antioksidan yang telah terbukti melawan sel kanker payudara, serviks, ovarium, dan prostat. Unsur tomat yang terkandung di dalam saus, kecap saus, ataupun pasta bahkan lebih baik karena konsentrasi kandungannya lebih banyak.

2. Berry
Keluarga berry (blueberry, raspberry, dan blackberry) ialah antioksidan yang mengandung antosianin yang terbukti dapat membunuh sel kanker payudara.

3. Teh
Baik teh hijau maupun teh hitam mengandung catechin yang dapat menghambat progresifitas sel kanker payudara.

4. Bayam hijau
Bayam merupakan salah satu sayuran hijau paling bergizi. Lutein dan vitamin E yang terkandung di dalam bayam hijau diketahui dapat mencegah kanker payudara, kanker hati, kolon, ovarium, dan prostat, serta beberapa jenis kanker lainnya.

5. Bawang putih
Substansi tertentu di dalam bawang putih dapat melawan sel kanker payudara, lambung, dan esofagus. Untuk memperoleh kandungan antikanker yang optimal, jangan terlalu lama memasak bawang putih.

6. Apel
Apel mengandung kuersetin yang dapat melawan sel kanker payudara, paru, dan prostat. Sebaiknya makan beserta kulitnya.

7. Labu kuning
Mengandung bera-karoten yang dapat melindungi DNA sel dalam tubuh.

Untungnya, makanan-makanan tersebut selain berry mudah ditemukan di Indonesia, bahkan dalam jumlah melimpah sekalipun.

NB: belakangan ini, ditemukan pula zat antioksidan di dalam sirsak, cabe merah, dan paprika.

Sumber : http://www.obatherbalalami.com/2011/08/7-makanan-pembasmi-sel-kanker-payudara.html


baca selanjutnya...

Friday, December 17, 2010

Teh Hijau Sehatkan Mata

Teh hijau kini bukan sekadar minuman, terutama setelah berbagai penelitian menunjukkan manfaatnya untuk kesehatan. Yang terbaru adalah khasiat teh hijau untuk melindungi mata dari penyakit glaukoma dan gangguan mata lainnya.

Berdasarkan analisis yang dibuat para peneliti diketahui, catechins, antioksidan utama dalam teh hijau, efektif menjaga kesehatan mata. Catechins mengandung vitamin C, E, lutein, dan zeaxanthin. Uji coba pada tikus di laboratorium menunjukkan antioksidan ini dapat diserap oleh lensa, retina, dan jaringan lain pada mata.

Kemampuan catechins dalam mengurangi zat oksidatif yang menekan bisa bertahan hingga 20 jam. "Dapat disimpulkan konsumsi teh hijau bisa membantu mata melawan zat-zat oksidatif dan radikal bebas," kata Chi Pui Pang, ahli mata dari Chinese University of Hongkong dan Hongkong Eye Hospital.

Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry. Sayangnya, belum jelas benar bagaimana teh hijau bisa berkelana dari sistem pencernaan ke lapisan mata.

Sumber :
Healthday News , Kompas,Selasa, 27 April 2010)


baca selanjutnya...

Saturday, December 11, 2010

Teh Hijau Lindungi Otak dari Kekurangan Oksigen

ANDA para penggemar teh hijau selayaknya bersyukur karena senyawa-senyawa yang ditemukan dalam teh hijau mungkin melindungi otak dari efek-efek gangguan tidur yang menyebabkan terjadinya ngorok dan henti napas.

Komponen atau zat aktif yag ditemukan di dalam teh hijau disinyalir dapat menangkal kerusakan saraf akibat gangguan napas yang terjadi pada mereka yang mengalami gangguan tidur (disorder sleep apnea). Demikian sebuah penelitian atas hewan.

Para ilmuwan menemukan bahwa saat mereka menambahkan antioksidan yang terkandung dalam teh hijau pada minuman yang diberikan ke tikus percobaan tampak kandungan zat kimia ini melindungi otak binatang-binatang ini saat kekurangan oksigen yang didesain mirip dengan gejala yang terjadi akibat efek obstructive sleep apnea (OSA) atau gangguan tidur.

Temuan ini mengisyaratkan bahwa komponen dalam teh hijau selayaknya diperhitungkan untuk diteliti lebih lanjut karena berpotensi sebagai terapi untuk gangguan tidur ini (OSA), demikian dilaporkan para ilmuwan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.

OSA merupakan gangguan sementara yang terjadi di jaringan lunak tenggorokan. Gangguan ini menyebabkan terhalangnya jalur pernapasan selama tidur. Akibatnya, terjadilah henti napas sebentar selama beberapa kali sepanjang tidur malam.

Gejala yang segera tampak biasanya suara ngorok yang keras yang berlangsung kronis dan napas terengah-engah dan terjadi tak hanya saat tidur malam, tetapi juga saat tidur siang. Bila tak tertangani dengan baik, OSA dapat menyebabkan gangguan di seluruh tubuh, seperti meningkatnya tekanan darah. Lebih dari itu, kurangnya pasokan oksigen ke otak dapat memunculkan gangguan memori. Demikian diungkapkan Dr David Gozal dan koleganya di University of Louisville School of Medicine di Kentucky.

Namun, ternyata, menurut David, komponen dalam teh hijau yang disebut catechin polyphenols ternyata dapat melindungi otak dari kekurangan oksigen. Catechin polyphenols bertindak sebagai antioksidan. Artinya, unsur ini membantu menetralisasi partikel-partikel sel yang rusak akibat radikal bebas. Radikal bebas hasil sampingan metabolisme yang bila berlebihan menyebabkan stres oksidatif.

Kekurangan oksigen juga menyebabkan terjadinya stres oksidatif yang mengakibatkan gangguan kognitif pada mereka yang mengalami gangguan tidur.

Gozal dan koleganya menemukan bahwa saat tikus-tikus itu mengalami krisis karena kurang oksigen selama lebih dari 14 hari pertanda bahwa stres oksidatif sedang terjadi di otak, otak terlindungi dan tidak mengalami penurunan fungsi secara berarti akibat air teh hijau yang mengandung polyphenols yang diberikan. Sementara tikus yang tidak diberi teh hijau kondisinya kebalikannya.

Secara teoretis, Gozal mengungkapkan bahwa asupan teh hijau secara teratur merupakan perawatan standar yang dapat digunakan untuk menangani OSA. “Meski begitu,” katanya, “bukti jelas bahwa teh hijau dapat menolong gangguan OSA mesti diujikan lebih lanjut dengan mencobakannya pada manusia.”

(Sumber: American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, May 15, 2008, Kompas,Rabu, 21 Mei 2008)


baca selanjutnya...

Saturday, July 31, 2010

Jahe dan Teh Hijau Atasi Kanker

Ibarat pencuri di malam hari, itulah kanker. Tak pernah ada yang tahu benar apa penyebab pastinya. Terapi terhadap penyakit kanker pun terus berkembang. Dari terapi “sederhana” yang menimbulkan gangguan hingga yang terkini dengan imunoterapi yang bisa meminimalkan keluhan penderita selama menjalani terapi.

Salah satu penemuan terbaru yang patut dicatat yaitu manfaat sari jahe dan teh hijau untuk mengatasi kanker. Demikian yang disampaikan para ahli dalam sebuah pertemuan bagi kalangan Riset Kanker di Amerika Oktober 2003.

Ann Bode dan Zigang Dong dari University of Minnesota meneliti manfaat ekstrak jahe yang dikenal dengan nama gingerol. Zat ini yang bikin jahe terasa pedas. Mereka memberikan zat itu pada mencit yang telah diinfeksi dengan sel kanker kolon manusia. Mencit yang digunakan pun mencit yang dibudidayakan secara khusus, sehingga lebih mudah terkena kanker.

Lima belas hari kemudian Bode dan Dong mulai mengamati hasilnya. Pada mencit yang menjalani pola makan normal ada 13 ekor mencit yang terkena tumor. Sedangkan pada kelompok mencit yang mendapat suntikan ekstrak jahe – sebelum dan sesudah diinfeksi sel tumor – hanya ditemukan empat ekor mencit yang dihinggapi tumor.

Sayangnya, belum ada informasi apakah mengonsumsi jahe dalam bentuk sederhana juga memberikan manfaat untuk mencegah kanker. Soalnya, bukankah selama ini masyarakat kita sudah sedemikian akrab mengenal jahe – mulai wedang ronde, sekoteng, permen jahe, atau lainnya?

Ada lagi penelitian lain yang dikerjakan sebuah tim di Pusat Kanker Arizona, Tucson. Penelitian dilakukan terhadap 118 perokok berat. Para perokok dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing diminta meminum sedikitnya empat cangkir teh hijau atau teh hitam dalam sehari.

Setelah empat bulan, pada tubuh mereka dilakukan pengukuran bahan kimia yang disebut 8-OhdG. Zat ini dilepaskan tubuh sebagai respons atas kerusakan DNA, yang sering terjadi pada kasus kanker.

Hasilnya?

Pada mereka yang meminum teh hijau decaffein terjadi penurunan sebanyak 31% jumlah 8-OHdG. Sedangkan pada yang meminum teh hitam tanda-tanda itu tidak dapat ditemukan.

Namun, hasil penelitian dinilai belum mencukupi. Menurut Bode, “Kami masih akan terus mempelajari manfaat rempah itu untuk mengatasi berbagai macam tumor. Bahkan sampai akhirnya kami dapat menyingkap rahasia tentang zat antikanker utama bagi manusia.”

Tak kalah penting, menurut para ahli dalam pertemuan itu, mencari jalan yang lebih mudah untuk menurunkan risiko terkena kanker.

Seperti kata Dr. Raymond DuBois dari Vanderbilt University di Nashville, yang memimpin pertemuan itu, “Selain terus melakukan penelitian untuk pengobatan dan pencegahan, perlu juga dilakukan kampanye untuk menyosialisasikan upaya pencegahan kanker dengan cara yang mudah.”

Raymond DuBois berharap, kampanye dapat membuat seluruh warga masyarakat dunia lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka. Di antaranya, dengan rajin berkonsultasi pada dokter dan menjalankan patokan-patokan standar seperti berhenti merokok, menjaga keseimbangan gizi, dan latihan jasmani.

Merokok, yang selama ini dilakukan jutaan orang dari berbagai belahan dunia, memang menjadi faktor pertama (yang dapat dicegah dan dihentikan) penyebab kanker. Sedangkan faktor kurang gizi banyak menjadi masalah di negara berkembang. (Intisari)

Dikutip dari Senior dengan link berikut

http://www.senior.co.id/kesehatan/news/0402/01/204859.htm


baca selanjutnya...

Friday, July 30, 2010

Teh Hijau Lindungi Paru-paru

Minum teh hijau mungkin bisa memberikan perlindungan atas kanker paru-paru, seperti disampaikan para ilmuwan yang meneliti penyakit itu di sebuah universitas di Taiwan. Penelitian terbaru yang melibatkan 500 responden ini mendukung bukti-bukti sebelumnya yang menyebutkan bahwa minuman memiliki kekuatan anti kanker.

Dalam penelitian terbaru ini, perokok dan yang tidak merokok yang minum sedikitnya satu gelas teh hijau sehari berhasil memperkecil resiko kanker paru-paru secara signifikan. Dr I-Hsin Lin dari Shan Medical University menemukan diantara perokok dan non-perokok maka mereka yang tidak minum teh hijau menghadapi kemungkinan menderita kanker paru lima kali lebih tinggi daripada mereka yang minum teh hijau sehari sekali.

Sementara itu di kalangan para perokok, maka yang tidak minum teh hijau berpeluang terserang kanker paru-paru sampai 12 kali lebih tinggi daripada yang minum teh hijau.

Masih berbeda
Dan perlindungan itu lebih lebih besar lagi bagi orang-orang yang memiliki gen tertentu. Namun para ahli kanker menegaskan temuan mereka tidak mengubah kenyataan bahwa merokok berpengaruh buruk atas kesehatan.

Teh hijau terbuat dari daun kering tanaman Camellia yang tumbuh di Asia dan banyak diminum oleh warga Asia. Tingkat penderita kanker memang lebih jauh di Asia dibanding wilayah lain dunia yang mengarah pada kaitan antara teh hijau dan kanker.
Laboratorium memperlihatkan bahwa sari teh hijau, yang disebut polyphenols, bisa menghentikan tumbuhnya sel-sel kanker. Namun hasil penelitian sejauh ini masih berbeda: ada yang mengatakan pengaruh perlindungan terlihat namun ada juga yang berpendapat tidak berhasil menemukan bukti-bukti perlindungan.

Pada Juli 2009, kelompok riset Cochrane yang berkantor di Oxford, menerbitkan 51 penelitian tentang teh hijau dan kanker yang mencakup 1,5 juta responden. Kesimpulannya adalah teh hijau aman diminum jika tidak berlebihan namun masih ada perbedaan pendapat tentang aspek perlindungan kanker tertentu.

Sumber : REPUBLIKA


baca selanjutnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat Gema Herbal Medika

Site Meter

Pengunjung

free counters

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP