Showing posts with label Daun keji beling. Show all posts
Showing posts with label Daun keji beling. Show all posts

Monday, July 22, 2013

Khasiat dan Manfaat Daun Keji Beling Mengobati Batu Empedu

Sering kita dengar, banyak orang di sekitar lingkungan kita yang menderita penyakit akut harus menjalani operasi supaya penyakit yang diderita bisa hilang dan dapat menjalani hidup dengan sehat seperti biasa. Namun hal itu tidak semua orang mau dan dapat menjalaninya karena beberapa faktor, seperti, faktor usia yang sudah lanjut, faktor biaya, faktor kesehatan yang tidak mengijinkan, dan faktor-faktor yang lainnya.

Di catatan ini penulis mengambil sumber informasi dari majalah TRUBUS No. 365 APRIL 2000 yang menjelaskan khasiat daun keji beling yang dapat "menghilangkan" Batu Empedu. Semoga informasi ini dapat menjadi solusi bagi Anda yang sedang mencari solusi dengan pengobatan tradisional.

Dengan komposisi resep sebagai berikut:

Resep 1
• 7 lembar daun keji beling
• 25 lembar daun kumis kucing
• 3 batang meniran
• 1/2 genggam rambut jagung

Resep 2
• 11 lembar daun sendokan (ki urat)
• 25 lembar daun kumis kucing
• 5 lembar daun keji beling
• 5 lembar daun wungu

Cara meramu

Setelah semua bahan di cuci, rebuslah dalam 4 gelas air bersih. Biarkan hingga mendidih dan air tersisa 3 gelas. Air rebusan itu diminum setiap kali usai makan (3 kali sehari) masing-masing ½ gelas selama sebulan dan kemudian hentikan meminum ramuan tradisional tersebut. Selang 3 hari kemudian resep tersebut dapat Anda konsumsi lagi.

Dari ramuan itu keji beling memegang peranan penting. Sebab, ia mampu menghancurkan batu empedu. Batu ini terbentuk dari proses biokimiawi antara pigmen empedu, kalsium, dan kolesterol. Seluruhnya terletak didalam kandung atau saluran empedu. Penyebabnya antara lain karena hambatan aliran cairan empedu dan terjadinya perubahan susunan cairan empedu dan terjadinya perubahan susunan cairan empedu.

Untuk mempercepat pernyembuhan ambil 1 lembar daun mengkudu atau sirih. Sesudah diolesi minyak kelapa panaskan daun tersebut hingga layu dan tempelkan di bagian yang sakit.

Anjuran

Jenis makanan berikut tabu untuk dikonsumsi. Minuman beralkohol, kopi dan teh kental, susu, air es, makanan berlemak, masakan bersantan, pedas, dan asam, serta jeroan. Demikian juga dengan sayuran dan buah yang menimbulkan gas (kol, durian, nangka). Semua jenis ikan laut dan tawar - selain yang tanpa sisik seperti lele-pun harus anda jauhi.

Selain kedua jenis makanan itu, Anda juga harus mementang daging lantaran susah dicerna dan makanan bercuka. Upayakan selalu mengenakan pakaian hangat. Hindari pula memijat dibagian hati.

Perbanyak mengkonsumsi jagung muda yang disayur bening, sawi, dan daun singkong. Sayuran itu mempermudah buang air besar. Minimal ½ gelas air nenas per hari sebaiknya Anda konsumsi.

Khusus penderita batu empedu sekaligus diabetes melitus, tambahkan beberapa lembar daun salam. Selain sebagai penyedap, salam juga penurun kadar gula dalam darah. Luka yang tak kunjung sembuh, pada penderita diabetes mellitus, segera obati dengan meneteskan madu dan tutup dengan daun sirih. Ulangi cara itu 3 kali sehari. Selamat mencoba, semoga resep di atas menjadi seteru bagi batu Empedu Anda!

Sumber :
http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/2012/12/khasiat-Daun-Keji-Beling-dan-Manfaat-Daun-Keji-Beling-Mengobati-Batu-Empedu.html


baca selanjutnya...

Sunday, July 14, 2013

Khasiat Tanaman Keji Beling

Keji beling atau orang jawa menyebutnya dengan nama “sambang geteh”, sementara di tanah pasundan dikenal dengan sebutan “remek daging”, “reundeu beureum”, dan orang ternate menyebutnya dengan nama “lire”.

Tumbuhan ini memiliki banyak mineral seperti kalium, kalsium, dan natrium serta unsure mineral lainnya. Disamping itu juga terdapat asam silikat, tannin, dan glikosida. Kegunaannya sebagai obat disentri, diare (mencret) dan obat batu ginjal serta dapat juga sebagai penurun kolesterol.

Daun tanaman ini selain direbus untuk diminum airnya, juga dapat dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur. Daun keji beling juga kerap digunakan untuk mengatasi tubuh yang gatal kena ulat atau semut hitam, caranya dengan cara mengoleskan langsung daun keji beling pada bagian yang gatal tersebut.

Untuk mengatasi diare (mencret), disentri, seluruh bagian dari tanaman ini direbus, selama lebih kurang setengah jam, kudian airnya diminum. Sama juga prosesnya untuk mengobati batu ginjal. Daun keji beling juga dapat mengatasi kencing manis dengan cara dimakan sebagai lalapan secara teratur setiap hari.

Demikian pula untuk mengobai penyakit lever (sakit kuning), ambien (wasir) dan maag dengan cara dimakan secara teratur.

Tanaman keji beling (stachytarpheta mutabilis) adalah jenis tumbuhan dengan ciri-ciri memiliki batang yang basah, sepintas lalu meyerupai rumput berbadan tegak. Di pulau jawa tanaman ini banyak sekali terdapat dipedesaan dan tumbuh diantara semak. Dengan warna kulit ungu berbintik hijau, apabila sudah tua berubah menjadi coklat.

Panjang helaian daun (tanpai tangkai) berkisar antara 5 – 8 cm (ukuran normal) dan lebih lebar daun kira-kira 2 – 5 cm. tumbuhan ini mudah berkembang biak pada tanah subur, agak terlindungi dan ditempat terbuka.

Sumber :
http://duniatanaman.com/tanaman-keji-beling.html


baca selanjutnya...

Monday, July 8, 2013

Daun Pecah Beling Serta Manfaatnya

Keji beling (Strobilanthes crispus) atau juga disebut keci beling, picah beling (Betawi), Pecah beling atau disebut juga enyoh kelo (Jawa) adalah anggota Acanthaceae yang dapat menyembuhkan diabetes. Tumbuhan ini merupakan perdu yang berasal dari Madagaskar menyebar ke Indonesia dan tumbuh subur di Malaysia.

Tanaman pecah beling banyak tumbuh di pedesaan, tak jarang tanaman ini dijadikan sebagai tanaman pagar. Tanaman ini sangat mudah berkembang biak ditanah yang subur, agak terlindungi dan ditempat terbuka. Sedangkan daun pecah beling mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : daun yang beruas-ruas dan berbulu kasar, karena itu apabila kita pegang daunnya maka akan terasa kasar.

Tanaman semak yang tingginya 1-2 meter, panjang helai daun pecah beling ± 5-8 cm dan lebar ± 2-5cm. Batangnya beruas, bentuknya bulat, berambut kasar, dan warnanya hijau. Percabangannya yang menyentuh tanah dan keluar dari akar sehingga bisa dipisahkan dari tanaman induk. Sementara itu, daunnya tunggal, bertangkai pendek, dengan duduk daun yang berhadapan. Helaian daunnya lanset, memanjang atau hampir jorong, tepinya bergerigi, dengan ujung dan pangkalnya yang meruncing, kedua permukaanya kasar. Pertulangan daunnya menyirip dan berwarna hijau. Akarnya tunggang dan berwarna coklat muda. Perbungaannya majemuk dan berkumpul pada bulir padat. Mahkota bunga berbentuk corong, terbagi lima, berambut, dan berwarna kuning atau ungu. Benang sarinya berjumlah empat, berwarna putih, dan kuning. Buahnya berbentuk gelondong, dan berisi 2-4 biji. Bijinya bulat, pipih, kecil-kecil, dan berwarna coklat.

Kandungan:
Tanaman ini mempunyai banyak kandungan mineral seperti kalium, kalsium, natrium, ferum, fosforus, asam silikat, tannin, glikosida dan terdapat juga vitamin C, B1 dan B2.

Zat kalium dari tumbuhan ini menyebabkan menyebabkan diuretik, sehingga dapat melarutkan batu yang terbentuk dari garam kalsium oksalat pada kantung empedu, kantung kencing, dan ginjal. Adanya kandungan asam silikat menyebabkan penderita gastritis dilarang meminum rebusan keji beling.

Manfaat:
Kegunaan dari daun pecah beling sangat banyak seperti obat untuk kencing tidak lancar, batu kandung empedu, batu ginjal, sembelit, wasir, kencing manis dan dapat juga digunakan sebagai obat penurun kolesterol. Selain itu, dapat juga menyembuhkan leukimia dan mencegah AIDS.

Pengolahan:
Mengatasi tubuh yang gatal kena ulat atau semut hitam, caranya dengan cara mengoleskan langsung daun keji beling pada bagian yang gatal tersebut.

Mengatasi diare (mencret), disentri, seluruh bagian dari tanaman ini direbus, selama lebih kurang setengah jam, kudian airnya diminum.

Mengatasi kencing manis dengan cara dimakan sebagai lalapan secara teratur setiap hari.

Mengobati penyakit lever (sakit kuning), ambien (wasir) dan maag dengan cara dimakan secara teratur.

Mengobati batu ginjal seluruh bagian dari tanaman ini direbus, selama lebih kurang setengah jam, kemudian airnya diminum.

Untuk mengurangi rangsangan pada lambung, lebih baik sewaktu merebus keji beling, dicampur dengan daun wungu.

Sumber :
http://kamijarawulung.blogspot.com/2013/01/tanaman-pecah-beling-serta-manfaatnya.html


baca selanjutnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat Gema Herbal Medika

Site Meter

Pengunjung

free counters

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP